hmm..Subnet udah, subnet mask udah, tinggal VLSM yang belum.

sebelum kita melangkah lebih jauh dan berbicara tentang VLSM, gw ada contoh kasus nih :

di satu perusahaan ada 3 departement, yaitu Finance, Marketing, dan Accounting

Finance ada 8 komputer, Marketing ada 17 Komputer, Accounting ada 30 komputer

kalau lihat dari kasus diatas, paling gampang adalah 8 + 17 + 30 = 55 Host/PC, kita bisa pakai yang “usual” yaitu 255.255.255.0 atau /24 alias ada 254 host bisa terpakai, tetapi akankah sesuai ?? jika dari 254 Host hanya 55 Host yg terpakai buat PC ?? 199 lagi kemana ?? ini namanya pemborosan.

lalu ada kasus lagi, satu perusahaan multi nasional, punya PC yg beroperasi sebanyak 1.000 buah , akankah subnet mask 255.255.255.0 atau /24 mencukupi ?? sedangkan /24 hanya bisa menampung 254 Host ?? “ohh..saya tau !! pakai IP Class B aja !!”.

ingat IP kelas B selalu dengan subnet mask 255.255.0.0 , yg arti nya :

11111111 . 11111111 . 00000000 . 00000000 = 16 angka nol ( 0 ) = yang artinya 255 x 255 = 65.025 host (actualnya bukan segini)…sisanya yg begitu banyak mo di kemanain ??

“ya untuk future development lah !!”

ok..gw setuju, tapi tetep dalam hati ini adalah suatu pemborosan

*note : IP versi 4 (IPv4) sudah mulai depleted, alias sudah mulai habis

klo mo liat berapa buah lagi IPv4 yg tersisa lihat disini.

Sekarang sudah mulai dikembangkan IPv6 ,bahkan banyak OS seperti Windows Vista dan 7 sudah mensupport IPv6. (kalau sempet kita belajar lebih dalam IPv6)

salah satu cara untuk menghemat IPv4 agar tidak cepat habis (exhaustion) adalah dengan VLSM, apa itu VLSM ?? VLSM Singkatan dari Variable Length Subnet Masks

sebelum kita ke contoh kasus…kita liat lagi bilangan2 biner dari IP

==============================================

karena aturan IPv4 cuma menampung 8 digit, jadi maksimum angka yg bisa di raih adalah 1111 1111 = 255 ,  tapi disini kita pakai angka 254 untuk memudahkan kita dalam menentukan jumlah host, karena “angka” 255 sudah RESERVED untuk broadcast

11111111 = 255 (255.255.255.255 = broadcast address alias ga ada bit untuk host)

11111110 = 254 (255.255.255.254 = [254-254 = 0] alias 0 host bits, ga pernah kepake, so..lewat !!)

11111100 = 252 (255.255.255.252 = [254-252 = 2] alias 2 host bits )

11111000 = 248 (255.255.255.248 = [254-248 = 6] alias 6 host bits)

11110000 = 240 (255.255.255.240 = [254-240 = 14] alias 14 host bits)

11100000 = 224 (255.255.255.224 = [254-224 = 30] alias 30 host bits)

11000000 = 192 (255.255.255.192 = [254-192 = 62] alias 62 host bits)

10000000 = 128 (255.255.255.128 = [254-128 = 126] alias 126 host bits)

00000000 = 0 (255.255.255.0 = [254-0 = 254] alias 254 host bits)

==============================================

nah…sekarang kita coba contoh kasus yang pertama

Finance terdapat 8 Komputer

8?? kita lihat dari “tabel” diatas..yg paling cocok yg mana ??

yaitu dengan subnet mask 255.255.255.240 alias 14 host bits, nah…yg terpakai 8, sisanya yg 6 “slot” sisa bisa buat future development kan ?!?!

berarti kita bisa alokasikan ip 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.240 untuk finance

dengan NA (network address) = 192.168.1.0

dengan IP yg bisa dipakai dari range 192.168.1.1 sampai 192.168.1.14

dan BA (Broadcast Address) = 192.168.1.15

trus ada pertanyaan..trus sisanya kemana dari ip sehabis 192.168.1.16 seterusnya ?!? nah..lo bisa pakai untuk Finance lantai 2 misalnya…

dengan NA (network address) = 192.168.1.16

dengan IP yg bisa dipakai dari range 192.168.1.17 sampai 192.168.1.31

dan BA (Broadcast Address) = 192.168.1.32

begitu pula seterusnya…selang seling tiap 16 bit (1 bit NA  14 bit host, 1 bit BA)

atau mo lanjut dari ip 192.168.1.16 untuk marketing..bollleeee saja, tetapi seperti sudah menjadi kebiasaan klo tidak bisa dikatakan “kode etik” bahwa beda departement, beda juga “format” nya jadi klo kita sudah selesai dengan ip 192.168.1.0 untuk finance, maka ip untuk marketing adalah 192.168.2.0 !! ip untuk accounting adalah 192.168.3.0 !!

sekarang kita set marketing dan accounting

marketing punya 17 komputer sedang ip mereka adalah 192.168.2.0 (atau 192.168.2.X, maksudnya sama saja..NA alias network address)

kita liat di “tabel” diatas yg udah gw kasi, yg mendekati 17 komputer tetapi ber-“sisa” adalah 255.255.255.224 (30 host)

NA = 192.168.2.0

so..range ip marketing adalah 192.168.2.1 sampai 192.168.2.30

BA = 192.168.2.31

sisanya mo dikemanain ?? apalagi accounting punya 30 host ?? pas banget kan dengan skema yg sama alias lanjutin ip range punya marketing

NA = 192.168.2.32

ip accounting = 192.168.2.33 sampai 192.168.2.62

BA = 192.168.2.63

yg jadi masalah adalah JIKALAU ada penambahan orang misalnya (klo kurang sih gpp 😀 ) berarti alokasi .224 tidak sesuai (30 host)

JADI …accounting bikin network baru !!, wkwkkw gampang bener y, serasa bos…wwkkw

NA = 192.168.3.0

ip accounting = 192.168.3.1 sampai 192.168.3.60 (melihat yg paling cocok adalah 255.255.255.192 = 60 host)

BA = 192.168.3.61

PREFIX nya (klo lo cape ketik2 255.255.255.255.255.255…puyeng @_@)

Finance = 192.168.1.0/28

Marketing = 192.168.2.0/27

Accounting = 192.168.3.0/26

nah lo…koq beda..bukan /24 lagi…

lo liat kebelakang lagi gih, kenapa bisa /24, nanti lo tau kenapa bisa jadi /28, /27, dan /26

WUAHH, CAPE BOS NGETIK BEGINIAN (SALAH SATU ALASAN GW MALES NGAJARIN IP/SUBNET/VLSM..PANJANG SOALNYA WKWKWK) , GW AJARIN INI PAKE CARA GW SENDIRI, KLO LO MASUK PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER, JANGAN HERAN ADA YG NGAJARNYA BUKAN KEK GINI, BAHKAN INSTRUKTUR CCNA GW PUN NGAJAR NYA BEDA SATU SAMA LAIN SOAL SUBNET DAN VLSM, BANYAK CARA MENJELASKANNYA, BAHKAN LO SENDIRI KLO UDA NGERTI YANG DIAJARIN, LO BISA BIKIN CARA SENDIRI YG SESUAI AMA LO

Advertisements