Home

Subnet, Subnet Mask, dan VLSM bag.2

5 Comments

hmm..Subnet udah, subnet mask udah, tinggal VLSM yang belum.

sebelum kita melangkah lebih jauh dan berbicara tentang VLSM, gw ada contoh kasus nih :

di satu perusahaan ada 3 departement, yaitu Finance, Marketing, dan Accounting

Finance ada 8 komputer, Marketing ada 17 Komputer, Accounting ada 30 komputer

kalau lihat dari kasus diatas, paling gampang adalah 8 + 17 + 30 = 55 Host/PC, kita bisa pakai yang “usual” yaitu 255.255.255.0 atau /24 alias ada 254 host bisa terpakai, tetapi akankah sesuai ?? jika dari 254 Host hanya 55 Host yg terpakai buat PC ?? 199 lagi kemana ?? ini namanya pemborosan.

lalu ada kasus lagi, satu perusahaan multi nasional, punya PC yg beroperasi sebanyak 1.000 buah , akankah subnet mask 255.255.255.0 atau /24 mencukupi ?? sedangkan /24 hanya bisa menampung 254 Host ?? “ohh..saya tau !! pakai IP Class B aja !!”.

ingat IP kelas B selalu dengan subnet mask 255.255.0.0 , yg arti nya :

11111111 . 11111111 . 00000000 . 00000000 = 16 angka nol ( 0 ) = yang artinya 255 x 255 = 65.025 host (actualnya bukan segini)…sisanya yg begitu banyak mo di kemanain ??

“ya untuk future development lah !!”

ok..gw setuju, tapi tetep dalam hati ini adalah suatu pemborosan

*note : IP versi 4 (IPv4) sudah mulai depleted, alias sudah mulai habis

klo mo liat berapa buah lagi IPv4 yg tersisa lihat disini.

Sekarang sudah mulai dikembangkan IPv6 ,bahkan banyak OS seperti Windows Vista dan 7 sudah mensupport IPv6. (kalau sempet kita belajar lebih dalam IPv6)

salah satu cara untuk menghemat IPv4 agar tidak cepat habis (exhaustion) adalah dengan VLSM, apa itu VLSM ?? VLSM Singkatan dari Variable Length Subnet Masks

sebelum kita ke contoh kasus…kita liat lagi bilangan2 biner dari IP

==============================================

karena aturan IPv4 cuma menampung 8 digit, jadi maksimum angka yg bisa di raih adalah 1111 1111 = 255 ,  tapi disini kita pakai angka 254 untuk memudahkan kita dalam menentukan jumlah host, karena “angka” 255 sudah RESERVED untuk broadcast

11111111 = 255 (255.255.255.255 = broadcast address alias ga ada bit untuk host)

11111110 = 254 (255.255.255.254 = [254-254 = 0] alias 0 host bits, ga pernah kepake, so..lewat !!)

11111100 = 252 (255.255.255.252 = [254-252 = 2] alias 2 host bits )

11111000 = 248 (255.255.255.248 = [254-248 = 6] alias 6 host bits)

11110000 = 240 (255.255.255.240 = [254-240 = 14] alias 14 host bits)

11100000 = 224 (255.255.255.224 = [254-224 = 30] alias 30 host bits)

11000000 = 192 (255.255.255.192 = [254-192 = 62] alias 62 host bits)

10000000 = 128 (255.255.255.128 = [254-128 = 126] alias 126 host bits)

00000000 = 0 (255.255.255.0 = [254-0 = 254] alias 254 host bits)

==============================================

nah…sekarang kita coba contoh kasus yang pertama

Finance terdapat 8 Komputer

8?? kita lihat dari “tabel” diatas..yg paling cocok yg mana ??

yaitu dengan subnet mask 255.255.255.240 alias 14 host bits, nah…yg terpakai 8, sisanya yg 6 “slot” sisa bisa buat future development kan ?!?!

berarti kita bisa alokasikan ip 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.240 untuk finance

dengan NA (network address) = 192.168.1.0

dengan IP yg bisa dipakai dari range 192.168.1.1 sampai 192.168.1.14

dan BA (Broadcast Address) = 192.168.1.15

trus ada pertanyaan..trus sisanya kemana dari ip sehabis 192.168.1.16 seterusnya ?!? nah..lo bisa pakai untuk Finance lantai 2 misalnya…

dengan NA (network address) = 192.168.1.16

dengan IP yg bisa dipakai dari range 192.168.1.17 sampai 192.168.1.31

dan BA (Broadcast Address) = 192.168.1.32

begitu pula seterusnya…selang seling tiap 16 bit (1 bit NA  14 bit host, 1 bit BA)

atau mo lanjut dari ip 192.168.1.16 untuk marketing..bollleeee saja, tetapi seperti sudah menjadi kebiasaan klo tidak bisa dikatakan “kode etik” bahwa beda departement, beda juga “format” nya jadi klo kita sudah selesai dengan ip 192.168.1.0 untuk finance, maka ip untuk marketing adalah 192.168.2.0 !! ip untuk accounting adalah 192.168.3.0 !!

sekarang kita set marketing dan accounting

marketing punya 17 komputer sedang ip mereka adalah 192.168.2.0 (atau 192.168.2.X, maksudnya sama saja..NA alias network address)

kita liat di “tabel” diatas yg udah gw kasi, yg mendekati 17 komputer tetapi ber-“sisa” adalah 255.255.255.224 (30 host)

NA = 192.168.2.0

so..range ip marketing adalah 192.168.2.1 sampai 192.168.2.30

BA = 192.168.2.31

sisanya mo dikemanain ?? apalagi accounting punya 30 host ?? pas banget kan dengan skema yg sama alias lanjutin ip range punya marketing

NA = 192.168.2.32

ip accounting = 192.168.2.33 sampai 192.168.2.62

BA = 192.168.2.63

yg jadi masalah adalah JIKALAU ada penambahan orang misalnya (klo kurang sih gpp 😀 ) berarti alokasi .224 tidak sesuai (30 host)

JADI …accounting bikin network baru !!, wkwkkw gampang bener y, serasa bos…wwkkw

NA = 192.168.3.0

ip accounting = 192.168.3.1 sampai 192.168.3.60 (melihat yg paling cocok adalah 255.255.255.192 = 60 host)

BA = 192.168.3.61

PREFIX nya (klo lo cape ketik2 255.255.255.255.255.255…puyeng @_@)

Finance = 192.168.1.0/28

Marketing = 192.168.2.0/27

Accounting = 192.168.3.0/26

nah lo…koq beda..bukan /24 lagi…

lo liat kebelakang lagi gih, kenapa bisa /24, nanti lo tau kenapa bisa jadi /28, /27, dan /26

WUAHH, CAPE BOS NGETIK BEGINIAN (SALAH SATU ALASAN GW MALES NGAJARIN IP/SUBNET/VLSM..PANJANG SOALNYA WKWKWK) , GW AJARIN INI PAKE CARA GW SENDIRI, KLO LO MASUK PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER, JANGAN HERAN ADA YG NGAJARNYA BUKAN KEK GINI, BAHKAN INSTRUKTUR CCNA GW PUN NGAJAR NYA BEDA SATU SAMA LAIN SOAL SUBNET DAN VLSM, BANYAK CARA MENJELASKANNYA, BAHKAN LO SENDIRI KLO UDA NGERTI YANG DIAJARIN, LO BISA BIKIN CARA SENDIRI YG SESUAI AMA LO

Subnet, Subnet Mask, dan VLSM

2 Comments

Ketika kita di tanya…

“ip address lo berapa ?? subnet mask nya berapa ??”

Kita jawabnya…

”ip gw 192.168.10.6 (misalkan) dan subnetnya 255.255.255.0”

Maksudnya apa sih ip dan subnet mask itu??

Ip address sudah jelas…itu menunjukkan alamat logical dari PC kita

Tapi subnet mask ??  nih link wiki-nya

Tapi klo mo penjelasan awam nya adalah :

subnet mask adalah suatu metode untuk menentukan host address dan broadcast address.

atau klo IP ibarat alamat rumah, subnet mask ibarat RT/RW nya, dan default gateway adalah “jalan tol” buat ke kota wkkwkw

di perjelas lagi deh… network address berisi kumpulan2 dari ip kita (satu wilayah) dan broadcast address adalah alamat untuk menyampaikan packet kita ke semua wilayah…intinya subnet mask itu untuk menentukan wilayah dimana IP kita bertempat tinggal dan wilayah kelurahan plus RT/RW nya ^_^, jadi kita tau dimana “rumah” kita dan juga dimana kita harus ngirim “surat” ato “pengumuman”.

Penjelasan lebih lanjut seperti dibawah ini :

*siapkan kalkulator yg bisa ngitung bilangan biner ( 0 dan 1 )*

Baik ip maupun subnet terbagi atas 4 blok ( X . X . X . X )

Klo kita punya ip 192.168.10.6 mesin mengartikannya sebagai :

11000000 . 10101000 . 00001010 . 00000110

11000000 = 192

10101000 = 168

00001010 = 10

00000110 = 6

Begitu pula dengan subnet mask, contoh 255.255.255.0 :

11111111 . 11111111 . 11111111 . 00000000

Nah…tiap 1 blok pasti isinya 8 digit (baca : 8 buah angka 0 dan/atau 1) betulkan ??

Formatnya bisa begitu sih ?? ada di RFC (request for comment) berapa gw lupa..hahah, yang pasti ga usa pusingin formatnya.

Nah berarti untuk subnet 255.255.255.0, bilangan 0 menunjukkan bahwa ada 255 bits yang kosong siap untuk diisi jadi bits host. Yang berarti klo dibilang 192.168.10.X dengan subnet mask 255.255.255.0 artinya host yg kita pake bisa 255 host (baca: lo bisa bilang PC !! )

Prinsip Biner di Network Computer = 1 itu Hidup/Nyala sedangkan 0 itu Mati

Klo di tanya ”maksudnya gw punya ip 192.168.10.6 dengan subnet 255.255.255.0 tuh apa ??”

Maksudnya adalah lo punya ip di ”area” 192.168.10.X (network address) dan broadcast address-nya 192.168.10.255

Note : yg gw ajarin itu cara cepat…perhitungan biner kenapa bisa dari 192.168.10.6 dengan subnet 255.255.255.0 menghasilkan network address 192.168.10.X,  itu rumit buat yg baru belajar, apalagi yg kaga ngerti biner2an @_@ (pake metode AND dan OR), dan juga lo harus inget…ga FULL 255 bit jadi host…inget lagi bit ke 255 adalah broadcast address..so hanya 254 bits yg bisa dijadiin host

Contoh Kasus :

192.168.10.6 subnet 255.255.255.0, di wilayah berapa??di wilayah 192.168.10.X

192.168.10.6 subnet 255.255.0.0, di wilayah berapa??di wilayah 192.168.X.X

192.168.10.6 subnet 255.0.0.0, di wilayah berapa??di wilayah 192.X.X.X

Dari kesimpulan diatas bisa diambil bahwa lo Cuma perlu liat angka 0 (nol ) disubnet mask nya..dia masuk ke wilayah network address yang mana ??

Yg pertama dia masuk ke wilayah RT , yg kedua wilayah Kecamatan, yang ketiga masuk kotamadya..haha (thanks buat yg koreksi)

Nah..td kita uda belajar subnet mask dengan metode biner

Sekarang ada kasus.. ”eh..ini maksud nya apa nih…192.168.10.6 /24 , /24 dibelakang maksudnya apa ??

/24 heh ?………..maap gw juga ga tau (wkkwkw..becanda)

Lihatlah wahai manusia-manusia….(khotbah mode on)

255.255.255.0 = 11111111 . 11111111 . 11111111 . 00000000

Coba dihitung…ada berapa angka 1 nya…??

Ya..itu maksudnya /24 wkwkwk (kate orang ini namanye PREFIX)

Bersambung ke bag.2..kita fokusin VLSM doank ok??

Older Entries Newer Entries