Home

OSPF (Open Shortest Path First)

7 Comments

Bagian dari Dynamic Protocol yang merupakan Link-State…OSPF akan kita kupas tuntas

Secara tajam…setajam…..SILET

*CUTTTT !!!!….kebanyakan infotaintment luh jadi alay !!


Untuk langsung konfigurasi bisa lihat disini

OSPF dikembangkan oleh IETF, but… at the same time, ISO was working on a link-state routing protocol of their own, Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS). Not surprisingly, IETF chose OSPF as their recommended IGP (Interior Gateway Protocol)

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

LSP (Link State Packet) dari OSPF

packet untuk OSPF konvergensi disebut LSP

OSPF LSP packet itu ada 5 tipe:

  1. Hello, tidak perlu dijelaskan
  2. DBD, ini penyakit yang disebarkan oleh nyamuk *ehem* DBD packet berisi list versi singkat dari sending router link-state database dan digunakan oleh receiving router untuk meng-compare dengan miliknya.
  3. LSR, receiving router bisa meminta (request) more information di DBD yang diterima
  4. LSU, ini packet untuk merespon LSR dan juga untuk announce new information. LSU contain many Link-State Advertisement (LSA)
  5. LSAck, ini paket ketika LSU diterima oleh receiving router

Jadi…router yang satu dengan yang lain saling mengirimkan LSA miliknya (yang berisi …dan meng-compare / membandingkan dengan LSA yang di terima (router A bilang link ke X mati, tapi menurut B link ke X ga mati…nanti router A akan “mikir” , berarti dia bisa saja kirim paket lewat B untuk ke X)

Liat cara kerja Link-State

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

Hello Packet

Hello packets are used to:

  • Discover OSPF neighbors and establish neighbor adjacencies.
  • Advertise parameters on which two routers must agree to become neighbors.
  • Elect the Designated Router (DR) and Backup Designated Router (BDR) on multiaccess networks like Ethernet and Frame Relay.

Yang penting2 apa aja sih??:

  • Type: OSPF Packet Type =Hello (1), DBD (2), LS Request (3), LS Update (4), LS ACK (5)
  • Router ID: IP dari router yang ngirim paket
  • Area ID: area/wilayah darimana paket itu berasal
  • Network Mask: Subnet mask associated with the sending interface
  • Hello Interval: number of seconds between the sending router’s hellos
  • Router Priority: Used in DR/BDR election (nanti dibawah dijelasin)
  • Designated Router (DR): Router ID of the DR, if any
  • Backup Designated Router (BDR): Router ID of the BDR, if any
  • List of Neighbors: lists the OSPF Router ID of the neighboring router(s)

Before two routers can form an OSPF neighbor adjacency, they must agree on three values: Hello interval, Dead interval, and network type

  • Hello Interval (default): 10 second on multi-access and 30 on *non-broadcast multi access (NBMA) such as Frame Relay, X.25, ATM
  • OSPF Hello packets are sent as multicast to an address reserved (224.0.0.5)
  • Using a multicast address allows a device untuk meng-ignore packet jika sebuah interface tidak OSPF Enabled. Jadi ga perlu repot2 proses paket (saves CPU processing time on non-OSPF devices).
  • Dead Interval is the period (dalam detik) that the router will wait to receive a Hello packet from neighbor before declaring that neighbor “down.”
  • Dead Interval for Multi access is 40 second and NBMA is 120 second
  • Network Type…
  • Hello packet juga menentukan DR (Designated Route) dan BDR (Backup DR) guna menghemat/memangkas traffic yang ada di MULTIAKSES NETWORK (klo bukan multi akses…ga perlu DR & BDR)

*NBMA adalah network2 yang bisa multi akses (jadi 1 router bisa di akses dari beberapa router) tapi ga bisa broadcast

Hello packet ini juga mengirimkan OSPF router ID, buat apa sih ?? sebagai “nama” dari router yang menjalankan OSPF

Contoh: interface fa0/0 di router Cisco 1841 dikasih ip 10.1.1.1 dan di fa0/1 dikasi 172.16.1.1 , maka yang menjadi ID si router OSPF ini adalah 172.16.1.1 (nama si router nya bukan paijo, tukimin, dan lain-lain haha…namanya pake IP)…dan ya, IP yang paling tinggi yang jadi router ID (klo kita ga set manual yah..)

*loopback interface adalah interface “bayangan”, klo interface FastEthernet dan serial secara fisik bisa dilihat…loopback tidak, purpose nya bisa untuk router ID di OSPF atau untuk simulasi network

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

LSU (Link State Update)

Dalam LSU terdapat 1 atau lebih LSA (Link State Advertisement), jadinya kadang2 LSA bisa di sebut LSU

LSA sendiri adalah BROADCAST packet (ya..broadcast) yang isi paket nya terdiri dari informasi2 yang dibutuhkan oleh router seperti neighbor information dan path cost

LSA inilah yang meng-influence routing table di OSPF

Header Packet dari LSA itu 20 byte. didalam LSA Header itu terdapat link-state ID

updated: lsa type 8 for OSPFv3 (IPv6 OSPF)

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

Cisco OSPF Metric

Seperti yang kita ketahui…RIP memakai Hop untuk metric dan EIGRP memakai bandwidth dan delay (walaupun ada 2 lagi)

OSPF ini memakai cost, yang mana cost ini adalah Bandwidth-bandwidth juga ujung2nya…haha

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

OSPF in multi-access network

OSPF defines five network types:

  • Point-to-point
  • Broadcast Multiaccess
  • Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)
  • Point-to-multipoint
  • Virtual links

Point-to-Multipoint, Broadcast Multiaccess, dan NBMA biasanya koneksi OSPF lewat Frame-Relay

klo koneksi OSPF lewat Ethernet Switch (Switch biasa atau Switch Layer 3/Multilayer Switch) = Broadcast Multiaccess (Multiakses karena via Switch, broadcast karena fitur switch memang menyediakan fungsi broadcast)

klo koneksi OSPF lewat Frame-Relay Switch (Router yang menjalankan Switching versi Frame-relay) = NBMA (multiakses karena via “Switch” juga, tapi Frame-Relay Switch ga ada fitur broadcast)

Virtual-Link akan dijelasin dibawah (tipe2 area OSPF)

Masalah dalam OSPF di multi akss adalah Flooding LSA (liat point diatas)

Figure 1. LSA Flooding

Masalah OSPF di multi akses network di ibaratkan seperti ini:

Gw berada di suatu ruangan yang penuh dengan orang, bagaimana jadinya jika gw harus introduce diri gue ke semua orang itu, dan masing2 orang lain juga harus mengenalkan diri ke yang lain pula

Udah gitu pas gw udah kenal dengan satu orang, gw harus kenalan lagi dengan yang lain dan GW HARUS NGASIH TAU NAMA YANG UDA GW KENAL KE ORANG YANG LAIN LAGI!!!

Mateee…

Liat cara kerja Link-State (Kalau bingung)

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

Solusi untuk OSPF Multi-Akses

Yaitu dengan meng-elect (menunjuk) satu router untuk jadi “leader” yang mengirimkan LSA, yang dinamakan DR (Designated Router) dan “cadangan”nya kalau2 DR nya mati…yang disebut Backup Designated Router (BDR)

Klo dipikir2…mirip kek fitur switch yang disebut VTPCuma switch server yang boleh kasih info VLAN ke switch yang lain

-.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.–.-.-.-

DR BDR Election Process

Router ID (entah Router-ID, IP interface, atau IP Loopback) yang paling tinggi akan menjadi DR

The election process only takes a few seconds. If all of the routers on the multiaccess network have not finished booting, it is possible that a router with a lower router ID will become the DR. This could be a lower-end router that took less time to boot. (bisa jadi klo router yang ID nya paling tinggi itu LAMA bootingnya…dia ga jadi DR)

Contoh dari gambar diatas…Router C lelet, yang jadi DR adalah Router B…Router C selesai booting…Router B TETEP JADI DR dan Router A jadi BDR

Kalau Router B mati, akan digantikan oleh Router A…nah untuk “suksesor” WAKIL PRESIDEN nya kosong

wakil presidennya uda jadi presiden…presidennya mangkat kek Bapak Soeharto digantikan oleh Bapak Habibie

disinilah router A akan jadi BDR

pertanyaannya bisa ga di rubah “prioritas”nya ??? bisa…ada commandnya koq

bahkan kita bisa modifikasi timer nya (liat paling atas)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Tipe Route OSPF

klo RIP diwakili dengan huruf R di routing table dan EIGRP dengan D (DUAL), maka di OSPF terdapat 4 type of route

  • O – Rute OSPF biasa (intra area)
  • O IA – Rute OSPF yang didapat dari OSPF area lain
  • O E1 – Rute OSPF yang didapat dari different routing protocol
  • O E2 – Rute OSPF yang didapat dari different routing protocol

trus bedanya E1 dan E2 apa ???

E1 – biasanya digunakan untuk menghubungkan rute2 dari berbagai macam routing protocol didalam satu ISP, metricnya akan bertambah sendiri tergantung dari berapa besar cost (bandwidth) yang dilalui tiap titik.

E2 (Default) – bedanya dengan E1 adalam metricnya tetap…contoh, klo E2 metricnya 1120…di SEMUA router ospf akan bilang metricnya 1120…tapi klo E1 akan dikalkulasi lagi, tergantung dari berapa banyak link yang dilewati

ABR = Router yang menghubungkan beda area

ASBR = Router yang menghubungkan OSPF dengan Routing protocol lain

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Tipe Area dalam OSPF

1. Standard Area – yang biasa (kirim summary, link update, dan external route)

2. Backbone Area – atau yang biasa disebut Area 0, semua area yang terhubung ke Area 0 akan bisa ping2an, Backbone juga salah satu standard area

OSPF Rules: semua area selain area 0 (contoh area 1) harus terhubung dengan area 0, apa lagi kalu mau ke area lain (contoh ke area 2, area 2 ini juga harus terhubung ke area 0)

OSPF Area

Cisco merekomendasikan maksimum 50 router per-area (biar ga berat router kerjanya ni router2 low-end, OSPF itu makan CPU Process tinggi)

nah, klo ada area yang lebih dari 50 router gimana? dibikin area baru untuk router nya

katanya ga bole terhubung ke area selain area 0? ini gunanya Virtual-Link (fitur OSPF agar area selain area 0 seakan-akan terhubung langsung ke area 0/backbone area)

OSPF Area

 

di router2 perbatasan antar area (ABR – Area Boundary Router), di konfig OSPF Virtual-Link

3. Stub Area – ga nerima external route. Klo mo kirim ke luar, router cuma kirim lewat default route (0.0.0.0). Stub area ga bisa punya ABR (ya eyaa laaa)

4. Totally Stubby Area – ga nerima summary route dan external route (klo stub masi nerima summary route), tipe Area ini cuma Cisco Propiertary

5. Not-So-Stubby-Area (NSSA) – sama kek stub2 yang lain, cuma dia boleh punya ASBR dan bisa nerima internal dan external (cuma memang ga diterusin ke external networknya)…pake LSA tipe 7

NSSA ini ibarat klo di view jaringan kita itu STUB…cuma dibalik stub itu ada routing protocol lain yang punya beberapa network (router kita ternyata ASBR)

6. Totally Stubby NSSA – apaan lagi nihhh??? sama kek  NSSA, cuma hanya default route aja

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..–.-.-..-.-.-.-.-..-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-.-..-.-

OSPF Superbackbone

Super Backbone dipake klo Core/Backbone nya bukan OSPF

maksudnya? biasanya ada di topologi customer ke ISP, dimana customer router (CE – Customer Edge) terhubung ke ISP Router (PE – Provider Edge) melalui OSPF convergence, sementari router2 didalam ISP yang terhubung ke PE pake non-OSPF (biasanya BGP dan MPLS)

OSPF Superbackbone

nah, dari gambar diatas klo CE Router mau propagate routing table nya ke Site IGP (Branch Office misalkan), mau ga mau harus di retribusi ke BGP, trus di PE router yang deket Site IGP juga BGP harus di retribusikan kembali ke OSPF

hasilnya akan jadi External OSPF (O E2 atau O E1) yang membuat kita tidak bisa men-summarisasi external area dan stub area akan susah di implement, dengan super backbone akan jadi Internal Inter Area OSPF (O IA)

dengan OSPF Super Backbone, ISP dengan BGP-MPLS nya akan bertindak seakan-akan area 0 (thats why Super Backbone), caranya dengan mengimplementasikan BGP Attributes dan Extended Community (belajar BGP yah ^_^ )

 

Link-State Protocol

5 Comments

Setelah kemarin kita membahas tentang bagian dari Dynamic Routing protocol, yaitu Distance Vector Protocol

Sekarang akan kita membahas tentang Link-State Protocol

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Seperti yang kita ketahui…protocol2 yang termasuk link-state adalah OSPF dan IS-IS (yang terakhir dibahas di CCNP)

OSPF = Open Shortest Path First

IS-IS = Intermediate System to Intermediate System

Algoritma untuk menentukan rute yang ditempuh oleh link state router adalah algoritma Dijkstra

Bisa dilihat diatas…kalau R2 ingin kirim paket ke R3…dia bisa lewat R1 atau R5…tapi klo lewat R5 berarti = R5+R4+R3 = 10+10+10 = 30, lebih besar costnya daripada lewat R1

Klo diliat2…”Shortest Path First“…koq lebih mengarah ke OSPF Protocol yah !?! emang…hahaha

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

How Link-State Protocol Works

  1. Each router learns about its own links, its own directly connected networks. This is done by detecting that an interface is in the up state.

  2. Each router harus kirim hello ke neighbors on directly connected networks. Similar to EIGRP.

  3. Each router membuat Link-State Packet (LSP) yang berisi informasi tentang each of directly connected link. Informasinya adalah: neighbor ID, link type, and bandwidth.

  4. Each router mengirimkan (flooding) LSP to all neighbors, who then store all LSPs received in a database. Neighbors then flood the LSPs to their neighbors until all routers in the area have received the LSPs. Each router stores a copy of each LSP received from its neighbors in a local database.

  5. Each router uses the database to construct a complete map of the topology and computes the best path to each destination network. Jadi setiap router tau klo mo jalan ke router tertentu bisa lewat mana, cost nya berapa, interface/media nya apa

Note: Remember that LSPs do not need to be sent periodically. An LSP only needs to be sent:

  • During initial startup of the router or of the routing protocol process on that router
  • Whenever there is a change in the topology, including a link going down or coming up, or a neighbor adjacency being established or broken

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Disadvantages of Link-State Routing Protocol and how to “tackle” it

As far as you know…static routing is most time-consumed one to configure, but take far less memory and cpu utilization, and then Distance Vector such as RIP take the second plase after static routing. Link-state is most fastest one to configure and convergence, but take alot of memory and cpu utilization (just take alook of OSPF…each router has its own TOPOLOGY DATABASE, not just ip route only)

Waw…..just take a look at My English words… hahaha

Ganti lagi pake bahasa indonesia…

Modern link-state routing protocols are designed to minimize the effects on memory, CPU, and bandwidth. The use and configuration of multiple areas can reduce the size of the link-state databases. Multiple areas can also limit the amount of link-state information flooding in a routing domain and send LSPs only to those routers that need them. (koq bahasa inggris lagi gw ??)

Bayangkan kalau 1 router ada link baru…dan dia harus meng-advertise ke router lain…dan router lain harus meng-advertise ke router2 yang lainnya lagi…3-4 router sih gpp…klo 20 router lebih ??? makan bandwidth itu mah

Nah..di link state itu ada namanya Area, gunanya adalah jika ada update…hanya di area itu saja…yang lain tidak ikut terkena updatenya

Contoh: salah satu router di area 51 ada link yang putus, otomatis dia akan mengadvertise ke router2 yang ada di area 51, diarea yang lain tidak akan terupdate

Trus ada pertanyaan…klo area yang laen tidak terupdate…berarti ga bisa kirim2an paket donk ???

Jawabannya adalah…antara area yang satu dengan yang lain pasti ada router yang menghubungkan…betul kan????

Nah..area yang lain hanya perlu tahu…untuk kirim paket ke router di area 51, cukup kirim ke router yang menjadi gerbang ke area 51 aja…jadi mereka ga perlu tahu apa yang terjadi di area 51 (“bodo amat”) hahaha

MIRIP kek VLAN di switch, memisahkan broadcast di satu switch

Router yang menjadi penghubung area satu dengan yang lain disebut ABR (area boundary router)

Yang jadi masalah adalah…ketika router yang menjadi gerbang ke area lain ini down…hahahaha (solusinya adalah dengan redudansi alias ada link lain ke area itu…atau dengan VRRP, GLBB, atau HSRP*…apaan lagi nih???)

HSRP, VRRP, dan GLBB adalah suatu metode menjadikan 2 router (physical) menjadi 1 (logical) router

Keuntungannya:

  • Port di router itu sedikit…dengan menggabungkannya kita bisa seakan2 menambah portnya
  • Router2 yang terhubung dengan ABR yang menggunakan VRRP/HSRP/GLBB tidak akan melakukan LSA Flooding lagi, karena jika 1 link ke ABR mati, mereka tidak akan “sadar” kalau itu mati, karena masih ada router yang lain

HSRP = Hot Standby Routing Protocol (Cisco Propiertary)

VRRP = Virtual Redudancy Routing Protocol (not Cisco, but based on HSRP)…does not support IPv6

GLBP = Gateway Load Balancing Protocol (Cisco Propiertary and offer Load Balancing…more advanced than HSRP)

Older Entries Newer Entries