Ok Guys…kita review lagi step2 router + tambahan2 yg blum di jelaskan kemaren

Tempat penyimpanan di router :

  • RAM, bersifat volatile (data hilang jika tidak ada listrik) = tempat running configuration
  • NVRAM (Non Volatile RAM) = tempat startup configuration
  • ROM = tempat POST, bootstrap
  • Flash = tempat IOS (Internetwork Operating System)

so..klo di tanya..running config tempat store nya dimana?? tempat booting router dimana ?? IOS router/switch dimana ?? lo sekarang tau dimana, wkwkw (klo lo ikut CCNA…ujian2 nya ada yg nanyain beginian loh…jadi inget2 aja)

2 macam konfigurasi:

  • running configuration
  • startup configuration

2 mode utama sebenarnya adalah:

  • User exec mode = view only, tidak bisa ubah apa2 (cuma bisa ketik sh version, sh run, sh  sarjana hukum, wkwkw
  • Privileged exec mode = eksekusi konfigurasi, tempat masuk ke mode2 lainnya.

Mode IOS Cisco (bersifat hirarki):

  1. User EXEC mode =  Router>
  2. Privileged EXEC mode = Router#
  3. Global configuration mode = Router(config)#
  4. Specific configuration mode lainnya, spt:
    1. Interface configuration = Router(config-if)#
    2. Router configuration = Router(config-router)#
    3. Line configuration = Router(config-line)#

Dari mode:

(1) ke (2)  –> enable

(2) ke (3)  –> configure terminal

(3) ke (4a) –> interface [type] [slot/port]

Misal: interface fastEthernet 0/0 ato int fa0/0

(3) ke (4b) –> router [protocol]    atau     router [protocol] [id number]

Misal:  router rip

router ospf 1

(3) ke (4c) –> line [type] [line number]

* Untuk console :  line console 0

* Untuk telnet : line vty 0 (untuk 1 line yaitu line 0), atau : line vty 0 15 (untuk 16 line yaitu line 0-15)

Keluar dari setiap mode ( (4) ke (3), (3) ke (2), (2) ke (1) )  =  exit (atau bisa ctrl + z )

Context-sensitive Help:

Misal untuk perintah configure:

conf  ? = perintah2 apa saja yang mengikuti command configure

con? = perintah2 apa saja yang berawalan “con”

Hot keys and shortcuts

  • Tab – Completes the remainder of the command or keyword (coba lo ketik sh ver..trus di TAB..langsung di komplit-in ama router/switch nya jadi sh version)
  • Ctrl-R – Redisplays a line
  • Ctrl-Z – Exits configuration mode and returns to the EXEC
  • Ctrl-C – Aborts the current command and exits the configuration mode
  • Abbreviated commands or keywords.

Cth:

show interfaces –> cukup : sh int

configure terminal  –> cukup : conf t

Show konfigurasi dan status:

Router# show running-config

Router# show startup-config

Router# show ip interface

Router# show ip interface brief

Router# show interfaces

Router# show interfaces serial 0/0

Router# show controllers

Router# show controllers serial 0/0

Copy running configuration:

Router# copy running-config startup-config

Router# copy running-config tftp

Hapus startup configuration:

Router# erase startup-config     // yang sering dipakai

Router# erase NVRAM:startup-config

Router# delete NVRAM:startup-config

Reload router

Router# reload // agar kembali ke setting awal (startup configuration)


Backup Configurations with Text Capture (HyperTerminal)

When using HyperTerminal, follow these steps guys:

1. On the Transfer menu, click Capture Text.

2. Choose the location.

3. Click Start to begin capturing text.

4. Once capture has been started, execute the show running-config or show startup-config command at the privileged EXEC prompt. Text displayed in the terminal window will be placed into the chosen file.

5. View the output to verify that it was not corrupted.

Restoring Text Configurations

When using HyperTerminal, the steps are:

1. Locate the file to be copied into the device and open the text document.

2. Copy all of the text.

3. On the Edit menu, click paste to host.


Konfigurasi interface:

Router(config-if)# shutdown //  default state interface dalam keadaan mati

Router(config-if)# no shutdown // menghidupkan interface

Router(config-if)# ip address [ip] [subnetmask]

Router(config-if)# clock rate 56000

// hanya untuk interface serial pada router yang berfungsi sebagai DCE. Menentukan bit rate untuk clocking. Di LAB kita menggunakan 56000 bps. trus DTE & DCE apa sih ?? nanti gw jelasin..masalahnya udah nyangkut ke ISP klo beginian mah, wkwkw

Router(config-if)# description [kalimat]

Melihat mana yang DCE, mana yang DTE:

Router# show controllers serial [slot/port] atau      [slot/subslot/port]

Testing interface

Router# show ip interface brief

Status untuk interface fast Ethernet:

  • Jika belum no shutdown:

administratively down                down

  • Jika sudah no shutdown tapi belum ada koneksi kabel:

up                                            down

  • Jika sudah no shutdown dan ada koneksi kabel:

up                                            up

Ket: ini jika antara router dan komputer (karena interface di komputer selalu dalam keadaan hidup). Jika antara router dan router, maka router satunya lagi perlu no shutdown juga agar up up; jika tidak, maka akan up down.

Status  untuk interface serial:

  • Jika belum no shutdown:

administratively down                down

  • Jika sudah no shutdown tapi belum ada koneksi kabel:

down                                        down

  • Jika sudah no shutdown dan ada koneksi kabel, namun router satunya lagi belum no shutdown:

down                                        down

  • Jika kedua router sudah no shutdown dan ada koneksi kabel, namun router DCE belum set clock rate:

up                                            down

  • Jika kedua router sudah no shutdown, ada koneksi kabel, dan router DCE sudah set clock rate:

up                                            up

Test koneksi layer 3:

Router# ping [ip]

Router# traceroute [ip]

ket: klo di komputer (command prompt) untuk trace, perintahnya : tracert [ip]

NEXT…kita coba2 simulasi REAL CASE…

Advertisements