Home

Sub-optimal Routing (and how to handle it)

Leave a comment

Well…salah satu desain yang sering gw kasih untuk peserta2 gw adalah desain yang diatas…

Kenapa dengan desain yang diatas ?!? apa masalahnya ?!?! sepintas kok baik2 saja yah…

============================

Here’s the case….

R1 mau ping ke loopback R6 (6.6.6.6)….so far so good….

Tapi ketika loopback nya itu gw shutdown….trus nyalain lagi…

Ini yang muncul

Why is this happen ?!? …R1 ke R3 ke R2 ke R3 balik lagi ke R1…bukannya ke R5/R6

==============================

Sub-Optimal Routing

Masing2 routing protocol punya AD (Administrative Distance) Remember ?!?

OSPF AD-nya adalah 110 baik satu area, inter area, maupun external (hasil redistribusi).

sedangkan EIGRP itu 90 (antar router EIGRP satu AS/Internal EIGRP) dan 170 (inter-AS)

=======================================

Fixing the Problem

Cara pertama…maenin AD nya (Barbie kali dimainin…)

Dikonfigurasikan di semua ASBR (Autonomous System Boundary Router) alias Router perbatasan

Penjelasan:

  • Karena OSPF itu metricnya 110 untuk semua tipe area, sekarang kita bisa rubah semua kita
  • AD OSPF external gw jadiin 180 biar lebih tinggi dari 170-nya EIGRP External (biar rute EIGRP yang dipilih)
  • Inter-Area juga bisa kita set kalo mau
  • Atau bisa juga seperti dibawah ini:

Penjelasan:

  • Untuk source 6.6.6.6…AD nya kita set jadi 180
  • Kita bisa nambahin ACL didalamnya, biar IP2 yang masuk filter ACL nganggep rute 6.6.6.6 itu AD-nya 180, selain itu AD-nya normal (110)

Atau Cara KeduaRoute-Tagging

Redistribute dulu…

Trik nya adalah (sumpah gw pusing pertama kali konfig ginian…logikanya ga nyampe2…hahaha)

  1. Rute EIGRP yang telah diredistribusikan ke OSPF kan jadi O E2 tuh (default)…kita kasi “stempel” dengan value 180
  2. Nah…Rute2 O E2 dengan value 180 akan kita reject di OSPF routing process
  3. Begitu pula dengan rute OSPF yang telah diredistribusikan ke EIGRP (D EX)…kita kasi “stempel” dengan value 170
  4. Dan rute2 D EX dengan value 170 akan kita reject di EIGRP routing process
  5. Kesimpulannya ?!?! mencegah rute2 tersebut diredistribute kembali ketempat dia berasal

========================================

Hasil dan Kesimpulan

(gw males konfig yang R3 ama R5 nya)

Kesimpulan

Redistribusi digunakan untuk menghubungkan network2 yang berbeda protocol

Diatas namanya One-Way Redistribution

Klo Router ASBR/Perbatasan nya mati gimana ?!?

Ada namanya Two-Way Redistribution

Jadi klo satu mati ga masalah, masi ada yang lain

Tapi ya itu…bisa menyebabkan Sub-optimal routing

=========================================

Gw aga sedikit concern dalam mengajari statement “route map [nama] [permit/deny] [angka]” didalam route-map

Route-map itu pada dasarnya mirip ACL

Bedanya adalah….

Klo ACL dibacanya sequential PER-BARIS

Klo Route-map dibacanya sequential PER-SEQUENCE

Contoh:

Ini yang bikin Route-map gampang dimodifikasi, karena kita bisa delete per-sequence nya

Klo ACL…delete 1 baris…kedelete semua…(klo ga salah IOS terbaru ACL nya uda kek route-map…bisa nge-delete 1 baris doang, jadi ada sequence nya juga)

Ada implicit deny juga kok di route-map

Policy-Based Routing (PBR) with Route Map

Leave a comment

kasus nya disini adalah…Main Office klo mau ke Server Farm harus melewati R2 & R4 dulu (dual homing), sedangkan link Main Office ke R4 pake Serial (low bandwidth)

harus nya kan klo mau ke Server Farm lewat R2 aja…lebih cepet (FastEthernet)

*anggeplah metric-nya sama/pake RIP…jadi di load balance

bagaimana hal ini bisa terjadi ?!?ya karena ISP pake routing protocol dinamis (otomatis load balance)

bagaimana cara untuk mengatasi nya ?!?! ya pake PBR…policy based routing

gimana cara kerja nya ?!?!

kalo ada paket ke 3.3.3.3 kita suruh lewat R2…klo ada paket selain ke 3.3.3.3 ato yang mau ke Internet…lewat R4 aja

=======================================

initial configuration

  1. semua router pake RIP
  2. ip scheme uda ditulis diatas
  3. ip loopback di R1, R3, dan R4 untuk men-simulasikan LAN di Main Office, Server Farm, dan Internet

mari kita cek rute ke 3.3.3.3 di MainOffice

kita cek pake traceroute dari 1.1.1.1

yup…next-hop buat ke 3.3.3.3 lewat 2 arah (R2 = 12.12.12.2 dan R4 = 14.14.14.4)

sekarang kita buat supaya dia lewat R2 aja (12.12.12.2)

=====================================================

Using PBR (Policy-Based Routing) with Route-Map

pertama2 kita buat akses-list nya (note: HARUS DI PERMIT YAHHH!!)

konfigurasi diatas adalah
named
standard access-list

lalu kita create route-map nya (baca: Policy Routing nya)

Penjelasan:

  1. route-map [nama policy] permit 10, ini untuk define policy nya
  2. match ip address [nomor/nama akses-list], ini untuk menentukan ip2 mana saja yang kena policy (MAKANYA DI PERMIT DULU !!)
  3. set ip next-hop [ip next-hop], ip2 yang kena policy itu akan di “redirect” ke next-hop yang sudah ditentukan

nah…seperti Akses-list2 (ACL) pada umumnya…kita juga harus implement ini policy

ada 2 cara:

  1. implement di interface (PBR biasa dan CEF-Switched PBR)
  2. implement di Global Config (Local PBR)

klo pake cara pertama kita implement di interface loopback1 di R1

kita tes…

kok masi load balance ?!?! router R1 masih menganggap traffic dari 1.1.1.1 itu local (dari diri dia sendiri)

kecuali klo desain kita seperti ini

kita taro di interface Fa2/0..baru ada efek nya

trus gimana donk ?? ya pake Local PBR aja

settingnya di global config…

nyooookkk…kita cek efek nya

nah….source 1.1.1.1 jika ingin ke Server akan “dilempar” ke 12.12.12.2 (R2)

trus gimana klo packet yang bukan buat server (mau internet contohnya)…

ya bikin lagi aja (ke R4…)

haha-milk-bottle-emoticon

====================================================

eh…trus CEF-Switched PBR maksud nya apa ?!?
gimana cara konfig nya…

dulu sebelum IOS 12.0, PBR itu masi process-based…blum hardware-based kek switch

cara config nya:

router(config-if)#ip route-cache policy

catatan:

  • implementasi nya di interface
  • by default CEF-PBR ga jalan
  • PBR nya harus diimplementasi dulu, baru CEF-Switched PBR nya aktif

Older Entries Newer Entries