Home

IP Addressing is Easy…

Leave a comment

Back to bassssic guys…this article is to my little brothers out there who are still learning in computer network…

===================================

The question isapa itu IP?

IP address itu adalah sistem pengalamatan komputer…

Maksudnya? Klo komputer (ato alat2 yang bisa berkomunikasi di dunia jaringan komputer) mau “say hi” ke komputer lain…mereka harus tau alamatnya dooong

Lets take a look at this analogy

Dari melihat percakapan diatas kita tau…si penjawab ada di wilayah Jakarta, nomor rumahnya 123 di bojong kenyot

But how the computer works that way???

Agar alat yang satu bisa berkomunikasi dengan alat yang lain di dunia jaringan komputer…mereka perlu bahasa, tentunya dengan bahasa yang sama

Ga mungkin kan gw ngomong sama elo pake bahasa Indonesia terus lo jawab pake bahasa Swahili *haha ga nyambung blas*

Bahasa dalam dunia komputer disebut Protocol

Protocol untuk bisa berkomunikasi dari satu device ke device yang lain itu ada banyak, sama seperti bahasa…ga cuma bahasa inggris doang yang terkenal…Ada juga prancis, arab, mandarin, spanyol, dll

Begitu pula di dunia jaringan komputer…ada AppleTalk, ada IPX, ada DECNET, ada IP…

Hey…I know that last name…”IP”…that is Internet Protocol right? Yup…anda betoeel

Sama nasibnya seperti bahasa inggris…bahasa komunikasi jaringan komputer “mengerucut” kedalam 1 bahasa universal…”IP

=================================================

IP (Internet Protocol)

Metode IP inilah “bahasa”(protocol) dari alat2 di jaringan komputer untuk mengenali alamat satu sama lain

IP itu terdiri dari 32 bit…

Maksudnya 32 bit? Beginilah awal mula kisahnya

Dunia jaringan komputer yang kita kenal itu semuanya berbentuk digital

Sedangkan sistem digital itu dibentuk oleh 0 (nol) dan 1 (satu) alias ada atau tidak ada, ada listrik masuk atau tidak ada listrik masuk, burned atau unburned (istilah dalam CV/DVD), dll

Metode 0 (nol) dan 1 (satu) ini disebut bilangan biner (binary number…0 or 1)

Nah, bit itu dibangun berdasarkan bilangan biner atau kalo mau dibalik…kumpulan dari bilangan biner inilah yang disebut bit, Byte (8 bit = 1 Byte), kilobit, kilobyte, mega..giga..tera, and so on. 32 bit berarti jumlah 0 atau 1 nya ada 32 buah

eh…lu kan mau jelasin binary number, gw kaga ngerti…bisa kaga bit ini dijadiin “sesuatu” yang gw ngerti, bilangan decimal misalnya? bisa…istilah “biner” ini kita akan konversi ke decimal

binary desimal

Uuummhh…

I know…I know…ada cara cepetnya kok

Karena bit itu PASTI salah satu dari 0 atau 1 (2 variabel), maka rumusnya adalah:

angka “1” (satu) dalam format binary yang berjumlah 2 atau 3 buah (110 atau 111) aja sudah bisa menghasilkan bilangan desimal 6 dan 7 (liat di tabel konversi diatas), apa lagi yang “panjangnya” sampe 8,9, sampe terakhir 31….(0 sampe 31 = 32)

  • 2^8 = 256
  • 2^9 = 512
  • …sampe…
  • 2^31 = 2.147.483.648

Kesimpulannya…IP yang 32 bit itu sanggup bikin 4 milyar (1+2+4+8+…+2 milyar) alamat untuk masing2 alat (entah itu pc, printer, atau apalah) di dunia jaringan komputer dengan memakai metode binary

OoOoO…ngerti gw !! bagus lah klo ngerti

Masing2 bagian disebut octet (jadi minimum ada 8 buah angka 0 atau maksimum 8 buah angka 1 dalam sebuah octet)

kenapa harus dibagi 4 bagian sih? mending mana..

eh…IP Printer gue itu 192.168.1.15 ya…atau eh…IP Printer gue 3.232.235.791 loh…

klo ga mabok lu pake yang kedua…

Gunanya apa ini oktet? To explain this…lets move to the next sub-topic

=================================================

Locating the Host and the Network

Seperti dalam gambar di paling atas…ketika disampaikan “Jakarta, jalan XYZ kelurahan bojong kenyot no. 123“…

Lo akan langsung tau dimana wilayah tempat dia tinggal, jalan apa, nomor rumah berapa

Nah…bagaimana komputer juga melakukan hal itu?

  • Bagaimana komputer tau dimana kelurahan dia, plang jalannya, dan nomor rumahnya
  • Bagaimana komputer tau dia “ngobrol” dengan tetangga satu kelurahannya
  • Bagaimana komputer tau dia bisa “ngobrol” dengan temannya di luar kelurahannya/provinsinya
  • Satu lagi yang ga kalah penting, bagaimana komputer tau, untuk bisa “ngobrol” ke luar provinsi…dia harus “menghubungi” siapa

Untuk point yang pertama dan kedua jawabannya adalah SUBNET MASK

Hampir semua tau dimana letak settingan IP berada (tergantung dari sistem operasi yang digunakan)

But if you use windows and you don’t know where the settings are (for God Sake?!?!)

…here’s the little trick for you…type ncpa.cpl in start menu (or in “cmd” mode), that does the wonder 😉

BACK TO THE TOPIC…

Gimana cara nge-cek nya?? Dengan membandingkan IP dia (source) dan tujuan (destination) dengan subnet mask, melalui “penjumlahan biner

  1. Karena komputer kenalnya binary (0 atau 1), maka kita harus konversi IP kita ke binary
  2. Penjumlahan biner itu konsepnya
    • 1 + 1 = 1
    • 0 + 1 = 0 atau 0 + 0 = 0
  3. Hasil dari penjumlahan biner itu untuk mengetahui…dia ada di wilayah mana (baca: network mana), wilayah 192.168.1.0
  4. baru dari situ dia akan ngecek tetangga, satu komplek/kelurahan ga sama dia, klo engga…apa langkah selanjutnya…

Bro…ga ngerti penjumlahan biner konsepnya, gini….anggeplah angka 1 (satu) itu listrik…

listrik ketemu listrik jadinya listrik kan??? Iya…that’s why 1+1=1

klo listrik ketemu non-listrik (ketemu karet misalkan)…ga jadi listrik kan? Iya..

apa lagi karet ketemu karet…masa iya jadi thunderstorm…

That’s why 0+1 or 0+0 equal 0

Trus cara konversi decimal ke binary (dan sebaliknya) gimana?

Liat aja rumusnya…

(ralat: itu bukan 40-60..harusnya 40-64)

Nah, begitu pula pas dia nge-cek PC-B (IP 192.168.1.2)

Berdasarkan kalkulasi PC-A…dia dan PC-B masih satu kelurahan…bisa say hello nih (orang jaringan komputer biasa nyebutnya “PING“)

SUBNET MASK = metode device untuk membedakan mana bit untuk network, mana bit untuk host didalam jaringan komputer
(singkat kata…untuk ngeliat dia ada di network mana)

Angka decimal 255 dalam binary adalah 1111 1111 (itung aja sendiri klo ga percaya)

Karena IP sistem-nya per-oktet, 1 oktet kan 8 bit…hanya sanggup nampung maksimum 8 “angka” 1 dalam oktet

Itu sebabnya angka maksimumnya dari IP adalah 255.255.255.255 (minimumnya adalah 0.0.0.0)

0.0.0.0 disebut default route (klo komputer/device di jaringan komputer ga tau mau lewat mana ketika ngirim data, biasanya lewat sini)

255.255.255.255 disebut IP broadcast (biasanya klo komputer kita ga punya IP trus request spesifik IP dari server yang bisa ngasi IP: DHCP Server)

*DHCP = Dynamic Host Configuration Protocol

Nah klo ada orang nulis 192.168.1.0 /24…”/24″ itu adalah jumlah bit network

coba liat gambar diatas…angka “1” dalam biner-nya subnet mask ada berapa?? Pinterrr wkwkw

Sistem “/” (slash) disamping nomor IP disebut Prefix Mask

Buat apa prefix mask? Simple…cape nulis 255…255…255 mulu

Area dimana device2 berada didalam kelurahan (network segment) yang sama disebut LAN (Local Area Network)

Sekarang pertanyaannya adalah…PC A pake IP 192.168.1.1/24 dan Laptop B pake IP 192.168.2.2/24

Bisa ga tu 2 device saling komunikasi? Jawabannya ga bisa, liat gambar dibawah

Trus, klo gw mau itu 2 device saling ngomong gimana?? Ini akan menjawab point nomor 3 dan 4

Untuk PC A bisa ngobrol dengan Laptop B yang berbeda network…berarti kita harus punya 1 alat yang bisa “nunjukin” jalan ke masing2 network

Si penunjuk jalan itu disebut ROUTER (route = jalur, router = penunjuk jalur/jalan)

Dari kacamata PC A dan Laptop B, si Router ini disebut Gateway (gerbang untuk keluar dari network)

Coba liat de…gateway-nya 1 network dengan ip address kita

Karena dimana2…klo kita mau keluar dari komplek perumahan pasti kan lewat gerbang…masa iya gerbang buat komplek gw adanya di komplek elu?!? Lu pasti becanda…

Nah, salah satu “gerbang” kita ke dunia luar klo kita ga punya router adalah Modem (makanya setting gateway-nya ke sini yaks)

Eh…itu kan /24, klo “/” (slash) nya uda aneh2 gimana? Nah…mari kita lanjut pembahasannya dibawah

==========================================================

Network and Sub-Network

Secara keseluruhan…inilah peta Provinsi DKI Jakarta (dengan pemimpin bergelar Gubernur)

Tapi klo dilihat2…warnanya berbeda2…1 warna mencerminkan 1 kota (dengan pemimpin bergelar Walikota)

Begitu pula dalam jaringan komputer…ada network…dan ada pula subnet alias sub-network

Provinsi Jakarta adalah Network-nya

  • Kota Jakarta Barat adalah subnetwork dari Provinsi Jakarta
  • Kota Jakarta Selatan adalah subnetwork dari Provinsi Jakarta
  • Kota Jakarta Tengah adalah subnetwork dari Provinsi Jakarta
  • Kota Jakarta Utara adalah subnetwork dari Provinsi Jakarta
  • Kota Jakarta Timur adalah subnetwork dari Provinsi Jakarta

Ada 5 Kelas Dasar dalam Network dalam dunia IP

Yang dipake adalah kelas A, B, dan C…kelas D dipakai untuk multicast dan kelas E untuk eksperimental (kebanyakan klo gw bahas multicast disini tong)

Masing2 kelas ada subnet mask default-nya

Nah, komputer dengan IP 10.1.2.3 pasti bisa ngomong dengan komputer ber-IP 10.3.2.1 (dengan default subnet mask Class A, yaitu 255.0.0.0)

Karena apa?

Lalu dimana2 tuh ya…klo kita dateng kesebuah kelurahan/daerah…pasti ada papan nama-nya…”SELAMAT DATANG DI DKI JAKARTA”

Begitu pula di jaringan komputer…”papan nama”nya disebut Network Address (bukan IP address ato Host Address yah)

Ada aturan dari yang bikin IP (IEEE RFC 950, 1842, dan 1878) bahwa…bit pertama dari Host Bit adalah Network Address (penanda jalan/kelurahan) dan bit terakhir adalah Broadcast Address

Jadi klo ada orang yang pengen nyebarin “undangan” (nikah, sunatan, tahlilan) ke 1 kelurahan aja…cukup lewat IP Broadcast aja

Alamat Network dan Broadcast ini TIDAK BOLEH DIPAKAI UNTUK DEVICES (host2)

Router ngeliat ini “plang” jalan darimana?…di routing table dia (jadi ceritanya dia punya peta/map)

Base dari IP Class C adalah 192.168.1.0/24 untuk network address-nya

Harusnya…harusnya sih 192.168.1.1 bisa ping ke 192.168.1.129 klo prefix mask-nya /24

Tapi klo uda bukan /24 gimana?…contoh 192.168.1.1/25 mau ping ke 192.168.1.129/25

hasilnya…ga bisa ping

Yang 192.168.1.1 ada di kabupaten timur (jumlah host 127 = 1 ~ 126), yang 192.168.1.129 ada di kabupaten barat (jumlah host 127 = 129 ~ 254)…sama2 di provinsi 192.168.1.0 sih, Cuma administrasinya beda

Buat apaan nih “slash” prefix mask aneh2 gini? Untuk menghemat IP

Karyawan Cuma ada 3…lo pake 192.168.1.0 (bisa 254 host)…yang kepake paling 5-7 IP…buat karyawan, printer, router, ama server

Sisanya mau lu kemanain??

Contoh koneksi point-to-point

Klo liat gambar diatas…lu paling butuh cuma 2 IP

Pake slash berapa hayoo…(jgn pake /24…pemborosan)

tabel conversi IP

/25 = 127 host per subnet…/26 = 63 host per subnet…/27 = 31 host per subnet, sedangkan /30 = 2 host per subnet

Nah, IP Address yang ngikutin Subnet Mask yang seharusnya disebut Classful IP Address

Sedangkan yang engga disebut Classless IP Address

Slash prefix mask yang “aneh2” diatas disebut VLSM (Variable Length Subnet Masking)

Salah satu tujuan dari VLSM adalah untuk menghemat IP…(gw pengen pake IP Network 10.X.X.X…tapi gw ga pengen waste/buang jutaan IP, dipake lah subnet mask Class C)

dan salah satu tujuan dari Classless address adalah membuat IP class A & B…dengan limitasi jumlah host seperti class C (dilihat dari subnet mask-nya)

And I tell you what…that 4 billion IP is depleted….

Metode yang sedang digunakan untuk mengatasi IP yang sudah habis ini adalah dengan menggunakan RFC 1918 alias Private IP Address and Public IP Address

(*ralat…Class B: 172.16.X.X – 172.31.X.X)

Private IP digunakan untuk berkomunikasi di LAN, Public digunakan di WAN

Jadi jangan heran klo di network lo semuanya pake salah satu IP diatas…selain itu…pasti pake PUBLIC IP (walaupun ada beberapa yang di reserve tapi bisa dipake untuk testing dan multicast seperti 127.0.0.1, class D, dan class E)

Bisa ga private IP digunakan di WAN? Ga bisa…pasti di blok sama ISP (uda standard procedure-nya)

Trus biar bisa ke WAN gimana? Translate IP Private ke IP Public…dengan NAT (Network Address Translation)

Berarti gw ngetik google.com itu juga pake IP dong? Iya

Tapi kok kaga keliatan IP-nya? kan gw ngetik google…bukan IP ?!?Karena “ketikan” google.com dari lu nanti di konversi kedalam IP melalui DNS (Domain Name System) Server

Inget…komputer hanya ngerti angka (biner) sedangkan lu males ngapalin angka…iya kan?!?

Emangnya lu mau ngetik dan ngapalin IP 111.94.248.88 di web browser firefox lu cuma buat ke google doang?

Nah, DNS inilah yang save your little brain…coba ketik nslookup google.com di command prompt (windows) lo

Eh bang…kata lu IP uda habis, trus alat2 baru gimana dapet IP baru-nya? in the next sub-topic

==========================================

Iseng2 berhadiah…ilmu nambah 😛

Soal:

  • 10.1.1.1/30 bisa ping ke 10.1.1.6/30 ga?
  • Ada berapa banyak host klo gw pake /27 untuk sebuah network?
  • Gw punya host 10.1.1.129/25…IP network address-nya apa? Ip broadcast address-nya apa?
  • Klo gw punya 500 host…gw harus pake prefix/subnet mask berapa? *hayo loh
  • 192.168.1.1/23 bisa ping ga ke 192.168.2.2/23? kenapa begitu?

==========================================

IPv6

Besarnya 128 bit…inget 2^32 = 4 milyar, apalagi 2^128 ?!?

3.4 x 10^38 address….(100 trilyun aja baru 10^15)

IP yang sudah habis disebut IPv4 (jadi IP yang kita bahas diatas adalah IPv4)

Yang v5 kemana? Experiment…

Jeleknya…IPv6 pake hexadecimal (bukan decimal)

Contoh:

Dulu…waktu IPv4 yang 4 milyar…mereka bilang “tenang aja…ga bakal habis”

Sekarang? Well, untuk mencegah kehabisan IP lagi (sekarang mobil, HP, dan TV aja bisa punya IP) mereka juga bikin reserved IPv6 address

IPv6

/23 itu IP masing2 region IANA (APNIC, RIPE NCC, ARIN, dll)

/48 itu untuk negara2 yang ke masing2 region IANA

/16 itu untuk ISP yang ada di masing2 negara

/64…lu utak atik dah (ato tepatnya ini IP yang dikasi ISP ke company elo…mau lo subnet/bagi lagi juga terserah lo dah)

walaupun sebenernya masih ada yang lebih spesifik dari tabel diatas…

================================

sebenernya gw mo jelasin summarisasi dan IPv6 addresses lebih banyak…tapi takut kaga muat disini hahahahah

Routing Protocol

Leave a comment

Reader encouraged to see this theory first….because Routing protocol IS IN Network Layer (tp klo ga mau si gpp)

Routing protocol adalah cara Router untuk menentukan kemana paket akan dikirim

ada 2 tipe Routing protocol:

  • Static Route = manual input, kita input manual ke router…”klo ada paket ke jakarta…lewat jalan A…
  • Dynamic Route = route2 paket yang akan di tempuh melalui router akan diupdate dan dipilih secara otomatis…”klo ada paket ke jakarta…kirim aja lewat jalan yang lo tau / yang ada / yang paling cepet

Keuntungan dan kekurangan dari masing2 Routing Protocol:Routing Protocol Table

Biasanya Static routing itu untuk stub network

Figure 1. taken from my NAT article link

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Dynamic Routing Protocol

List nya:

Wokeh…kita akan bahas dari atas ke bawah…

Dynamic Routing Protocols…’nuff said

  • Interior Gateway Protocol (IGP) = yaitu routing protocol untuk suatu daerah / kampus / organisasi / corporate

    Contoh:

    —gw punya beberapa instansi / organisasi…wiiih…orang kaya banget gw….

    —gw punya sekolah, yayasan, universitas, dan training center misalnya…semua instansi itu punya network / LAN sendiri2

    —nah…untuk bisa menghandle / monitor semua instansi yang gw punya itu…tiap instansi punya router yang tergabung jadi suatu kesatuan.

    inilah yang dinamakan Interior gateway protocol

    biasanya setiap router untuk bisa bergabung dalam suatu “wilayah”…harus punya Autonomous System (AS) Number yang sama

    apakah Autonomous System Number ini….?!?! Ya itu…semacam DOMAIN buat router

    router A dengan AS 65111 dan router B dengan AS 65111 akan mengenali sesamanya…”ohh…lo satu perumahan sama gw

    biasanya AS ini adanya di ISP (secara banyak router di mereka)

  • Exterior Gateway Protocol (EGP…emang gue pikirin…hahahah) = yaitu untuk “menjembatani” routing2 protocol yang berbeda

EGP yang tersedia didunia adalah BGP (Borderless Gateway Protocol)…bahasnya di CCNP…atau di CCIP / CCNP Service Provider), karena BGP inilah “Backbone Protocol” di dunia…untuk nyambungin ISP satu dengan yang lain

-.-.-.-.-.-.–..

taken form my old article RIP

Perbandingan distance vector dengan link state dianalogikan sebagi berikut

Jarak antara rumah ke mesjid = 50 meter

Jarak antara rumah ke mesjid = lewat toko Ali trus lewat bengkel joko baru ke mesjid

Yang 50 meter adalah standard perhitungan Link State, yang mana 50 meternya rumit (mesti itung2..trus tarik meteran panjang2..wkwkw)

Yang lewat toko Ali dan bengkel joko adalah standard perhitungan Distance Vector, yang mana kalau mau ke mesjid ”Cuma” lewat 2x bangunan (baca: hops)

Permasalahan kadang2 terjadi kalau

ah..Cuma lewat toko…trus bengkel yah…ah deket tuh..

Udah jalan jauh…

mang jaraknya berapa meter sih ?? keknya uda lewat toko…bengkelnya kaga ketemu2…mana disekitar sini kaga ada bangunan sama sekali…

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

IGP sendiri terbagi 2:

  • Distance Vector = Router memilih jalur yang terpendek dengan cara melihat berapa banyak router / rute yang harus di tempuh

    dari PC0 ke PC1…Distance Vector hanya menempuh Router0 ke Router3

  • Link State = Router memilih jalur yang terpendek dengan cara melihat besarnya bandwidth (beserta delay dan metric2 lain), bahkan men-create topology table sendiri

    Dari PC0 ke PC1…Link State memilih menempuh Router0–Router2–Router3

Sekarang pertanyaannya ?!?! manakah yang lebih baik ?!?! Distance Vector ?!? ataukah Link State?!?!?

Jelas Link State…mo route tempuh nya Cuma 1 kali “loncat” (hops)..tapi seeeeelllow nya minta ampun….apa mending loncatnya banyak..tapi super cepet

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Distance Vector Routing Protocol

Ada 2 Routing protocol jenis ini…RIP dan EIGRP

RIP singkatan dari Routing Information Protocol

Ada versi 1 dan versi 2….kita bahas versi 2…karena lebih bagus dan lebih update dari yang versi 1

EIGRP singkatan dari Enhanced Interior Gateway Routing Protocol…versi lebih bagusnya IGRP

Protocol ini khusus Cisco Router alias hanya bisa dipakai jika router2 yang dipakai adalah Cisco semua (propiertary)

update: sekarang sudah ada versi public nya EIGRP (jadi Cisco membuka EIGRP ke IEEE, nanti ada EIGRP Cisco dan EIGRP IEEE, yang punya Cisco ga 100% dikasi ke IEEE, biar ada competitive advantage gituh)

Link State Routing Protocol

Ada 2 Routing protocol jenis ini…OSPF dan IS-IS

OSPF singkatan dari Open Shortest Path First

IS-IS singkatan dari Intermediate System to Intermediate System

dibahas di CCNP (and CCIE)

Table

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Administrative Distance (AD)

AD berguna untuk menentukan mana diantara routing protocol yang akan lebih di prioritaskan untuk meneruskan packet

[90/35840] —> 90 adalah AD, 35840 adalah metric nya (perhitungan jarak….bisa dihitung dari bandwidth, delay, dll)

Figure 2. daftar Administrative Distance (dari IANA)

==========================================

trus bedanya AD sama Metric apa ?!?!

AD dan Metric sama2 digunakan untuk menentukan rute terbaik ke tujuan (best path to destination)

let’s see this picture below (to keep it simple guys..)

beda AD dan Metric

 

Rute keatas memakai rute EIGRP, Rute kebawah memakai rute RIP

dari kedua jalan itu, yang manakah yang akan dipilih untuk meneruskan packet ?!?!

nah, saat inilah Administrative Distance berperan…semakin kecil value nya…semakin dipercaya untuk jadi rute utama packet

alhasil rute dari EIGRP (AD 90) yang akan dipilih daripada RIP (AD 90)

trus bagaimana klo semua router itu pake satu protocol yang sama (contoh RIP) ?!?

beda AD dan Metric

 

semakin kecil metric nya (RIP memakai hop sebagai metric), semakin dipercaya untuk meneruskan packet

nah…tau kan bedanya AD dengan Metric ??

AD digunakan untuk menentukan best path dari routing protocol yang berbeda

Metric digunakan untuk menentukan best path dari routing protocol yang sama

Besok2 kita bahas lebih dalam bagaimana itu Distance Vector dan bagaimana itu Link State

ini untuk melengkapi dan meng-update tulisan article gw yang lama…..