Home

Link-State Protocol

5 Comments

Setelah kemarin kita membahas tentang bagian dari Dynamic Routing protocol, yaitu Distance Vector Protocol

Sekarang akan kita membahas tentang Link-State Protocol

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Seperti yang kita ketahui…protocol2 yang termasuk link-state adalah OSPF dan IS-IS (yang terakhir dibahas di CCNP)

OSPF = Open Shortest Path First

IS-IS = Intermediate System to Intermediate System

Algoritma untuk menentukan rute yang ditempuh oleh link state router adalah algoritma Dijkstra

Bisa dilihat diatas…kalau R2 ingin kirim paket ke R3…dia bisa lewat R1 atau R5…tapi klo lewat R5 berarti = R5+R4+R3 = 10+10+10 = 30, lebih besar costnya daripada lewat R1

Klo diliat2…”Shortest Path First“…koq lebih mengarah ke OSPF Protocol yah !?! emang…hahaha

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

How Link-State Protocol Works

  1. Each router learns about its own links, its own directly connected networks. This is done by detecting that an interface is in the up state.

  2. Each router harus kirim hello ke neighbors on directly connected networks. Similar to EIGRP.

  3. Each router membuat Link-State Packet (LSP) yang berisi informasi tentang each of directly connected link. Informasinya adalah: neighbor ID, link type, and bandwidth.

  4. Each router mengirimkan (flooding) LSP to all neighbors, who then store all LSPs received in a database. Neighbors then flood the LSPs to their neighbors until all routers in the area have received the LSPs. Each router stores a copy of each LSP received from its neighbors in a local database.

  5. Each router uses the database to construct a complete map of the topology and computes the best path to each destination network. Jadi setiap router tau klo mo jalan ke router tertentu bisa lewat mana, cost nya berapa, interface/media nya apa

Note: Remember that LSPs do not need to be sent periodically. An LSP only needs to be sent:

  • During initial startup of the router or of the routing protocol process on that router
  • Whenever there is a change in the topology, including a link going down or coming up, or a neighbor adjacency being established or broken

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Disadvantages of Link-State Routing Protocol and how to “tackle” it

As far as you know…static routing is most time-consumed one to configure, but take far less memory and cpu utilization, and then Distance Vector such as RIP take the second plase after static routing. Link-state is most fastest one to configure and convergence, but take alot of memory and cpu utilization (just take alook of OSPF…each router has its own TOPOLOGY DATABASE, not just ip route only)

Waw…..just take a look at My English words… hahaha

Ganti lagi pake bahasa indonesia…

Modern link-state routing protocols are designed to minimize the effects on memory, CPU, and bandwidth. The use and configuration of multiple areas can reduce the size of the link-state databases. Multiple areas can also limit the amount of link-state information flooding in a routing domain and send LSPs only to those routers that need them. (koq bahasa inggris lagi gw ??)

Bayangkan kalau 1 router ada link baru…dan dia harus meng-advertise ke router lain…dan router lain harus meng-advertise ke router2 yang lainnya lagi…3-4 router sih gpp…klo 20 router lebih ??? makan bandwidth itu mah

Nah..di link state itu ada namanya Area, gunanya adalah jika ada update…hanya di area itu saja…yang lain tidak ikut terkena updatenya

Contoh: salah satu router di area 51 ada link yang putus, otomatis dia akan mengadvertise ke router2 yang ada di area 51, diarea yang lain tidak akan terupdate

Trus ada pertanyaan…klo area yang laen tidak terupdate…berarti ga bisa kirim2an paket donk ???

Jawabannya adalah…antara area yang satu dengan yang lain pasti ada router yang menghubungkan…betul kan????

Nah..area yang lain hanya perlu tahu…untuk kirim paket ke router di area 51, cukup kirim ke router yang menjadi gerbang ke area 51 aja…jadi mereka ga perlu tahu apa yang terjadi di area 51 (“bodo amat”) hahaha

MIRIP kek VLAN di switch, memisahkan broadcast di satu switch

Router yang menjadi penghubung area satu dengan yang lain disebut ABR (area boundary router)

Yang jadi masalah adalah…ketika router yang menjadi gerbang ke area lain ini down…hahahaha (solusinya adalah dengan redudansi alias ada link lain ke area itu…atau dengan VRRP, GLBB, atau HSRP*…apaan lagi nih???)

HSRP, VRRP, dan GLBB adalah suatu metode menjadikan 2 router (physical) menjadi 1 (logical) router

Keuntungannya:

  • Port di router itu sedikit…dengan menggabungkannya kita bisa seakan2 menambah portnya
  • Router2 yang terhubung dengan ABR yang menggunakan VRRP/HSRP/GLBB tidak akan melakukan LSA Flooding lagi, karena jika 1 link ke ABR mati, mereka tidak akan “sadar” kalau itu mati, karena masih ada router yang lain

HSRP = Hot Standby Routing Protocol (Cisco Propiertary)

VRRP = Virtual Redudancy Routing Protocol (not Cisco, but based on HSRP)…does not support IPv6

GLBP = Gateway Load Balancing Protocol (Cisco Propiertary and offer Load Balancing…more advanced than HSRP)

Routing Protocol

Leave a comment

Reader encouraged to see this theory first….because Routing protocol IS IN Network Layer (tp klo ga mau si gpp)

Routing protocol adalah cara Router untuk menentukan kemana paket akan dikirim

ada 2 tipe Routing protocol:

  • Static Route = manual input, kita input manual ke router…”klo ada paket ke jakarta…lewat jalan A…
  • Dynamic Route = route2 paket yang akan di tempuh melalui router akan diupdate dan dipilih secara otomatis…”klo ada paket ke jakarta…kirim aja lewat jalan yang lo tau / yang ada / yang paling cepet

Keuntungan dan kekurangan dari masing2 Routing Protocol:Routing Protocol Table

Biasanya Static routing itu untuk stub network

Figure 1. taken from my NAT article link

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Dynamic Routing Protocol

List nya:

Wokeh…kita akan bahas dari atas ke bawah…

Dynamic Routing Protocols…’nuff said

  • Interior Gateway Protocol (IGP) = yaitu routing protocol untuk suatu daerah / kampus / organisasi / corporate

    Contoh:

    —gw punya beberapa instansi / organisasi…wiiih…orang kaya banget gw….

    —gw punya sekolah, yayasan, universitas, dan training center misalnya…semua instansi itu punya network / LAN sendiri2

    —nah…untuk bisa menghandle / monitor semua instansi yang gw punya itu…tiap instansi punya router yang tergabung jadi suatu kesatuan.

    inilah yang dinamakan Interior gateway protocol

    biasanya setiap router untuk bisa bergabung dalam suatu “wilayah”…harus punya Autonomous System (AS) Number yang sama

    apakah Autonomous System Number ini….?!?! Ya itu…semacam DOMAIN buat router

    router A dengan AS 65111 dan router B dengan AS 65111 akan mengenali sesamanya…”ohh…lo satu perumahan sama gw

    biasanya AS ini adanya di ISP (secara banyak router di mereka)

  • Exterior Gateway Protocol (EGP…emang gue pikirin…hahahah) = yaitu untuk “menjembatani” routing2 protocol yang berbeda

EGP yang tersedia didunia adalah BGP (Borderless Gateway Protocol)…bahasnya di CCNP…atau di CCIP / CCNP Service Provider), karena BGP inilah “Backbone Protocol” di dunia…untuk nyambungin ISP satu dengan yang lain

-.-.-.-.-.-.–..

taken form my old article RIP

Perbandingan distance vector dengan link state dianalogikan sebagi berikut

Jarak antara rumah ke mesjid = 50 meter

Jarak antara rumah ke mesjid = lewat toko Ali trus lewat bengkel joko baru ke mesjid

Yang 50 meter adalah standard perhitungan Link State, yang mana 50 meternya rumit (mesti itung2..trus tarik meteran panjang2..wkwkw)

Yang lewat toko Ali dan bengkel joko adalah standard perhitungan Distance Vector, yang mana kalau mau ke mesjid ”Cuma” lewat 2x bangunan (baca: hops)

Permasalahan kadang2 terjadi kalau

ah..Cuma lewat toko…trus bengkel yah…ah deket tuh..

Udah jalan jauh…

mang jaraknya berapa meter sih ?? keknya uda lewat toko…bengkelnya kaga ketemu2…mana disekitar sini kaga ada bangunan sama sekali…

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

IGP sendiri terbagi 2:

  • Distance Vector = Router memilih jalur yang terpendek dengan cara melihat berapa banyak router / rute yang harus di tempuh

    dari PC0 ke PC1…Distance Vector hanya menempuh Router0 ke Router3

  • Link State = Router memilih jalur yang terpendek dengan cara melihat besarnya bandwidth (beserta delay dan metric2 lain), bahkan men-create topology table sendiri

    Dari PC0 ke PC1…Link State memilih menempuh Router0–Router2–Router3

Sekarang pertanyaannya ?!?! manakah yang lebih baik ?!?! Distance Vector ?!? ataukah Link State?!?!?

Jelas Link State…mo route tempuh nya Cuma 1 kali “loncat” (hops)..tapi seeeeelllow nya minta ampun….apa mending loncatnya banyak..tapi super cepet

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Distance Vector Routing Protocol

Ada 2 Routing protocol jenis ini…RIP dan EIGRP

RIP singkatan dari Routing Information Protocol

Ada versi 1 dan versi 2….kita bahas versi 2…karena lebih bagus dan lebih update dari yang versi 1

EIGRP singkatan dari Enhanced Interior Gateway Routing Protocol…versi lebih bagusnya IGRP

Protocol ini khusus Cisco Router alias hanya bisa dipakai jika router2 yang dipakai adalah Cisco semua (propiertary)

update: sekarang sudah ada versi public nya EIGRP (jadi Cisco membuka EIGRP ke IEEE, nanti ada EIGRP Cisco dan EIGRP IEEE, yang punya Cisco ga 100% dikasi ke IEEE, biar ada competitive advantage gituh)

Link State Routing Protocol

Ada 2 Routing protocol jenis ini…OSPF dan IS-IS

OSPF singkatan dari Open Shortest Path First

IS-IS singkatan dari Intermediate System to Intermediate System

dibahas di CCNP (and CCIE)

Table

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-

Administrative Distance (AD)

AD berguna untuk menentukan mana diantara routing protocol yang akan lebih di prioritaskan untuk meneruskan packet

[90/35840] —> 90 adalah AD, 35840 adalah metric nya (perhitungan jarak….bisa dihitung dari bandwidth, delay, dll)

Figure 2. daftar Administrative Distance (dari IANA)

==========================================

trus bedanya AD sama Metric apa ?!?!

AD dan Metric sama2 digunakan untuk menentukan rute terbaik ke tujuan (best path to destination)

let’s see this picture below (to keep it simple guys..)

beda AD dan Metric

 

Rute keatas memakai rute EIGRP, Rute kebawah memakai rute RIP

dari kedua jalan itu, yang manakah yang akan dipilih untuk meneruskan packet ?!?!

nah, saat inilah Administrative Distance berperan…semakin kecil value nya…semakin dipercaya untuk jadi rute utama packet

alhasil rute dari EIGRP (AD 90) yang akan dipilih daripada RIP (AD 90)

trus bagaimana klo semua router itu pake satu protocol yang sama (contoh RIP) ?!?

beda AD dan Metric

 

semakin kecil metric nya (RIP memakai hop sebagai metric), semakin dipercaya untuk meneruskan packet

nah…tau kan bedanya AD dengan Metric ??

AD digunakan untuk menentukan best path dari routing protocol yang berbeda

Metric digunakan untuk menentukan best path dari routing protocol yang sama

Besok2 kita bahas lebih dalam bagaimana itu Distance Vector dan bagaimana itu Link State

ini untuk melengkapi dan meng-update tulisan article gw yang lama…..

Newer Entries