Home

Routing Table (catatan gue tentang apa itu routing table)

Leave a comment

Kalau kita sering konfigurasi routing protocol…pasti sering liat yang namanya Routing Table

Contohnya seperti ini:

Figure 1. sample ip route

Dalam Cisco(CNAP) route terbagi atas 2 level (tergantung dari kategori): level 1 dan level 2 , parent route dan child route, dan ada juga yang dinamakan ultimate route

Level 1 route itu apa aja sih ??

  • Default Route = 0.0.0.0 0.0.0.0
  • Supernet* Route = 192.168.0.0 /16
  • Network Route = 192.168.1.0 /24

*supernet adalah network address yang lebih rendah dari classful network address itu sendiri (contoh diatas)

Sumber dari level 1 route itu berasal dari directly connected, static route, dan (bisa juga) dari dynamic route

Inti dari suatu rute dikategorikan sebagai level 1 route adalah minimal network route nya SAMA (atau lebih tinggi) dengan classful mask

Class C mask adalah /24…artinya 192.168.1.0 /24 bisa di kategorikan level 1 route

Apa itu parent route dan child route, ini dijawab dengan gambar ajah

172.16.0.0 /24 adalah parent route, sedangkan route yang lebih spesifik yaitu 172.16.3.0 disebut child route

Kalau child route di remove dari routing table…otomatis parent route nya akan hilang (kalau child route hanya 1)

Sedang ultimate route adalah route yang mempunyai next-hop ip address atau exit interface

Contoh:

And about that ultimate route…

Secara default…Cisco router akan memproses paket berdasarkan KELAS IP nya

Jadi klo ada paket ke 192.168.1.5 misalnya…router akan memproses dengan prefix mask /24 alias subnet IP kelas C, ini dinamakan classful

Untuk bisa memproses ip dengan “slash” aneh2 sepeti /23, /27, dan /30…maka di perlukan command khusus, yaitu ip classless

R3(config)#ip classless

Nah…IOS cisco versi 12 keatas…metode classles adalah default….jadi ga perlu setting2 lagi…

Mau IP di proses secara classful ?? tinggal ketik no ip classless aja

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-

Klo ada paket dengan tujuan 172.16.4.10

Seperti yg kita liat diatas..dia akan liat Parent route dulu….parent route match…baru beralih ke child route yang lebih matching

Klo matching…ya sudah..dikirim kan ke next-hop addres atau exit interface yang mengarah ke tujuan 172.16.4.10

Klo ga…di DROP…

Kecuali ada default route…

Static Routing with Serial Interface

7 Comments

Kemaren kita pakai topologi seperti ini (JKT-BDG-SBY memakai kabel UTP RJ-45 FastEthernet)

Sekarang kita pakai topologi seperti ini (Jakarta-Bandung-Semarang memakai kabel Serial V.35)

Yang di kotakin itu topologi how to connect 2 computer , Jadi kita bisa lanjutin article nya…untuk Fa0/0 dan Fa0/1 di Router sudah di konfigurasi

Yang belum adalah Kabel Serial V.35 nya…gambar kabel nya seperti ini:

Figure 1. design nya seperti ini: Telco – CSU/DSU – (serial cable) – Router – User

Untuk refreshing gunanya alat2 diatas

di serial nomor berapakan kabel itu terpasang…kita bisa pakai show ip interface brief

Ternyata di serial 0/0/0 …disingkat jadi S0/0/0

Kita bisa persingkat desainnya seperti ini:

Cara bikinnya gimana ??

Yang di kotakin tadi…pilih new cluster….di packet tracer (ampir lupa gw…hahaha)

Packet Tracer itu apa??…software simulasi

Dapetinnya dimana?? di Internet…cari aja di google !!!!!! (maap emosyong)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Nah…sekarang mari kita konfigurasi masing2 interface

Nah…sekarang kita verifikasi konektifitas antara Jakarta dengan Bandung

Loh ?!?!….coba kita liat interface status

Interface nya UP…tapi protocolnya down…

Nah lo….kenapa ni?!?!?

masalah ini biasanya terdapat di packet tracer tipe lama….packet tracer tipe baru uda di setting clocknya

aslinya juga klo kita konfigurasi route beneran…uda di set clock nya

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Configuring Serial

Kemaren kita bikin static route dengan FastEthernet…ga ada masalah

TAPI untuk Kabel Serial…ADA PENANGANAN KHUSUS…kita harus memakai clock rate

Kenapa ?? karena kabel serial biasanya dipakai di ISP untuk menentukan kecepatan transfer data

Jaman sekarang rata2 orang lebih seneng pake FastEthernet (GigaEthernet lebih bagus)…lebih cepat dari Serial (common serial T1 = 1,544 Mbps)

Nah alat yang di kasih clock rate adalah DCE (Digital Costumer Equipment) yang ada disisi ISP dan lawannya (tetangga didepannya) adalah DTE (Digital terminating Equipment) yang ada di sisi User

Kita dapat distinguish DTE from DCE by looking at the connector between the two cables. The DTE cable has a male connector, whereas the DCE cable has a female connector.

Atau kalau uda kecolok…masa harus di lepas dulu…??

Cara nya adalah dengan show controller serial [nomor serial]

Nah…interface s0/0/0 jakarta adalah DTE…berarti yang DCE (yang kita harus kasih clock rate) adalah s0/0/0-nya Bandung

Nah…Line protocol nya nyalaaaaa

Baru de kita bisa ping2an

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Ringkasan untuk config Router Bandung

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Untuk Bandung ke Semarang juga sama

Liat siapa DCE dan DTE nya dengan show controller serial [nomor serial]

Lalu configure clock rate [speed bps]

…trus dari Jakarta ke Semarang ??? liat aja yang Kemaren

Kalau perlu…tambahkan PC di Router semarang…

Tambahin IP sendiri…silahkan Ping2an

Peace ^_^V

Older Entries Newer Entries