Home

QoS (Quality of Service)

3 Comments

Kali ini kita bahas QoS…over IP Network (soalnya istilah QoS banyak…ga cuma di dunia IT, bisa di perhotelan, bisa di perdagangan, dll)

Apa sih QoS itu ?!?

Taken from Cisco Book, QoS is “The Capability of Network to provide better service to selected network traffic” (at expense of another type of traffic of course)

Alias kira2 begini….”kemampuan dari suatu Jaringan IP untuk memberikan layanan lebih bagus untuk suatu tipe data/traffic tertentu (biasanya yang penting), tentu saja dengan mengorbankan layanan untuk tipe data/traffic yang tidak terlalu penting

Kenapa sih ada QoS ?!?

Istilah QoS terjadi karena dalam suatu jaringan sering terdapat masalah yang berupa slow data rate transfer, suara putus2 (VoIP), bottleneck, bandwidth exhaustion, dll.

Solusi UTAMA untuk memecahkan masalah diatas Cuma satuTAMBAH BANDWIDTH

Tapi seperti yang kita duga…jarang ada yang mau meng-upgrade link nya, mungkin karena alasan biaya ataupun juga gara2 “gw tambah bandwidth…ini si tukang2 download makin menggila !!

So…we know the point of this Article…

==============================

Defining Requirement of QoS

  1. Identify Traffic (apa aja yang jalan di jaringan elo…Voice kah, Data Transfer kah, ato Data Critical seperti Banking dll)
  2. Divide Traffic into Classes
  3. Set Policy(-es) into every Class of traffic that you define earlier

Beberapa dari tipe data yang jalan dijaringan

Voice adalah tipe data sangat sensitive terhadap delay apalagi drop

Bayangkan klo gue ngomong “saya tidak suka pipis sembarangan…”…kata2 tidak nya drop(ilang)…BERABE…wkwkwk

Latency alias Delay (berdasarkan rekomendasi ITU-T G.114 untuk Transmisi 1 arah) adalah 150ms (0,15 detik…very short)

Cisco masi aga longgar, acceptable delay untuk Voice dalam IP network adalah 200-400ms (0,4 detik)

Video juga sama…bahkan lebih rakus bandwidth daripada Voice (makanya…kadang2 ada tulisan “DILARANG STREAMING” hahaha)

Minimal untuk streaming Video Conferencing ga putus2 itu harus menyediakan 20% extra bandwidth yang ada

Contoh…untuk 384kbps streaming (medium quality)…butuh minimal (384*20%) = 460 kbps

Nah…klo data…kita bisa analogikan…”yang penting nyampe dengan selamat

Klo drop…tinggal minta ulang paket nya, klo delay…lo maki2 aja ISP nya…wkwkkw

Pada dasarnya….tipe traffic berjenis data dibagi 4:

  • Mission-Critical: aplikasi2 yang jalan ga boleh putus (maksimal 0,5 detik) dari jaringan
  • Transactional: Interactive Traffic, Data Transfer
  • Best-Effort: E-mail, Internetan
  • Scavenger alias Less-than-best-effort: Peer-to-Peer application kek File Sharing over LAN dll

Caranya ngecek traffic kita apa aja gimana ?? pake NBAR kek, Wireshark kek, The Dude kek, Cacti kek, pokoknya software2 yang bisa baca SNMP

==================================================

QoS Model

  • Best-Effort (default)…”dah lah…yang penting nyampe”

    Best Effort adalah traffic TANPA QoS…

  • Integrated Service (IntServ)…”gue akan tiba dijakarta jam 10 pagi”

    IntServ lebih kearah “resource reservation”…uda mesen duluan bandwidthmya, traffic nya, jadi lo bisa analogikan kek lo naek pesawat, lo uda beli tiket…lo akan nyampe jam 10 malem…ya (kurang-lebih) nyampe jam 10 malem

    RSVP (Resource Reservation Protocol) adalah protocol layer 4 yang bekerja dengan metode IntServ

    CAC (Call Admission Control) juga sama, CAC adalah protocol Voice over IP yang bertugas untuk menghandle sesi telpon2an (klo link nya hanya sanggup menyediakan 2 sesi telpon2an, telpon yang akan masuk setelahnya akan dibuat queuing/antri)


  • Differentiated Service (DiffServ)…QoS akan dibedakan berdasarkan tipe kelas traffic nya (yang uda dijelasin diatas)

=======================================================

Factor that Affect QoS

  • Bandwidth

    Akar masalah dari segala problem yang ditimbulkan dalam “perebutan” jaringan

    Link-Speed yang berbeda akan menyebabkan terjadinya bottleneck

    Mengutip kata2 dari Arno Penzias (Mantan Kepala Bell Labs dan Nobel Prize Winner)Money and Sex = Storage and Bandwidth…only too much is never enough

  • Delay

    Waktu tempuh suatu data dari source ke destination disebut delay

    Delay terbagi 8 tipe:

    • Serialization Delay

      Waktu yang dibutuhkan untuk menjadikan data2 logical jadi bit2 yang dikirim ke media

      Dipengaruhi oleh kualitas bahan dari media…semakin bagus media (eq. Fiber) semakin minim delaynya

      So…Delay ini Fixed (kaga bisa dirubah dengan konfig)

    • Propagation Delay

      Ketika bit2 ini dikirim melalui media…waktu tempuh bit2 dari suatu node ke node lain inilah yang disebut propagation

      Jadi ini waktu yang dibutuhkan oleh bit2 untuk pindah dari source interface ke destination interface

      Satu2nya yang mempengaruhi delay ini adalah PANJANG dari media

      So…Delay ini Fixed

    • Queuing Delay

      Waktu yang dibutuhkan untuk data2 dikirimkan dari source interface (ngantri = queuing)

      System Ngantri ini bisa diutak-atik (contohnya dengan CBWFQ dan LLQ)

      So…Delay ini Non-Fixed (bisa diutak-atik pake konfig)

    • Forwarding (Processing) Delay

      Inget “Cut-Through, Fragment Free, dan Store-and-Forward” ga?!?, ini forwarding delay

      So… Delay ini Non-Fixed (bisa diutak-atik pake konfig)

    • Shaping Delay

      Ini delay karena bandwidth yang di “cekek” sama ISP (contohnya rate-limit)

      So… Delay ini Non-Fixed (bisa diutak-atik pake konfig)

    • Network Delay

      Delay yang disebabkan oleh Frame-Relay, ATM, dll (multi akses devices)

      So… Delay ini Non-Fixed (bisa diutak-atik pake konfig)…setting prioritas, setting bandwidth limit, dll

    • Codec Delay (and also Packetization Delay)

      Biasanya ini di Voice over IP…delay yang disebabkan oleh komponen jaringan untuk meng”konversi” suara jadi bit

      Codec G.711 lebih bagus kualitas suaranya, tapi besar di overhead (cocok di LAN), sedangkan G.729 biasa aja, kecil overheadnya (cocok di WAN)

      So…Delay ini Fixed (kaga bisa dirubah dengan konfig)

    • Compression Delay

      Waktu yang dibutuhkan untuk memperkecil bit yang dikirim (kek winRAR, winZIP gitu lah…di compress paket nya)

      So… Delay ini Non-Fixed (bisa diutak-atik pake konfig)

  • Jitter: yaitu perbedaan antar delay

    Contoh: paket pertama dikirim dengan delay 20ms, paket kedua dikirim dengan delay 30ms

    Nah..Jitter ini adalah 30-20 = 10 ms

  • Packet Loss

    Kalau satu link interface hanya bisa mengirim 10 frame perdetik, sedang kapasitas queuing nya sekitar 100 frame, nah frame ke 101, 102, dst. akan di drop

    Inilah yang di sebut Tail Drop

    Nah…klo antrian didalam interface di handle oleh Queuing

    Klo antrian diluar (yang mau masuk interface) dihandle oleh RED (Random Early Detection) dan WRED (Weighted RED) (mereka juga yang ngatur tail drop)

=======================================================

QoS Tools

Classification & Marking

Classification: identifikasi traffic yang lalu lalang di jaringan, dan dibagi2 jadi beberapa kelas (kelas Voice, Video, ato Data)

Almost all of QoS Tools use Classification to some degree…contohnya, untuk perform compression RTP (Real Time Protocl) Packets, tentu Device itu harus tau…mana paket yang ada RTP, mana yang engga

Marking: ngasih “stempel” ke setiap packet – Layer 3 (namanya Type of Service – ToS) ato Frame – Layer 2 (namanya Class of Service – CoS)…ini packet tipe Transactional, Critical, ato Voice

Classification dan marking diusahakan dikonfigur “as close as possible to the source (not destination)

CoS Field

ToS Field

*IP Presedence = IP Precedence provides the ability to classify network packets at Layer 3, analogous to the functionality of the 802.1P protocol at Layer 2. With IP Precedence configured, network packets traverse IP Precedence devices according to the priority you set. Priority traffic is always serviced before traditional traffic. (taken from Microsoft Documentation)

Nanti IP Presedence akan di “mapping” ke DSCP (Differentiated Service Code Point)

Apa itu CS0, AF13, CS2, dll !??!

Met puyeng gan…

Congestion Management (Queuing)

  • FIFO (First in First Out) – Default

  • Round-Robin..Ganti2an ngirimnya tiap kelas traffic…ga cocok buat Voice
  • WRR (Weighted Round Robin)…kelas A kirim 3 packet..kelas B kirim 2 paket…kelas C kirim 1 paket…tetep ganti2an
  • WFQ (Weighted Fair Queuing) – keluar packet nya bareng2 dan semua dapat bandwidth allocation yang sama (ga bisa nih buat Voice…dia kan harus duluan)
  • CBWFQ (Class Based WFQ) – WFQ yang tiap kelas bisa kita atur alokasi bandwidthnya (kurang cocok…Voice HARUS duluan…jgn di-interrupt ama kelas lain SAMA SEKALI)

  • PQ (Priority Queuing) – Kelas yang di “prioritaskan” akan selalu JALAN duluan, klo uda abis…baru kelas lain, bodo amat dapet berapa juga, paling bandwidth sisa…(Cocok buat Voice…tapi GA COCOK buat yang lain)
  • LLQ (Low Latency Queuing) – it is PQ combined with CBWFQ !! Cisco Punya…jadi kelas Voice PASTI di prioritaskan (PQ)…nah..kelas lainnya pake metode CBWFQ

RED, WRED, ato ECN (Explicit Congestion Notification) itu disebut Congestion Avoidance Method

Shaping and Policing

Shaping: nge-rubah data rate transfer suatu interface (FastEthernet yang 100mbps bisa jadi 20kpbs klo mau), ini yang sering dipake

Policing: nge-limit maksimum speed data rate transfer, klo lebih…di drop

Tergantung kebutuhan, kita bisa pake salah satu aja ato mau 2-2 nya

=============================================

QoS Queuing Best Practices (taken from Cisco QoS Exam Certification Guide – Cisco Press)

=========================================================

Masih banyak lagi yang bisa dibahas di QoS over IP Network, nanti gw update disini juga

Konfigurasi menyusul yaks..

EIGRP

11 Comments

EIGRP adalah salah satu dynamic routing yang termasuk dalam Distance Vector

Kelebihannya dari Distance Vector yang lain (khususnya RIP) adalah dia “meminjam” beberapa karakteristik dari Protocol Link-State

Btw…EIGRP singkatan dari Enhanced Interior Gateway Routing Protocol

Dahulu ada yang namanya IGRP (hanya mendukung classful alias /8 /16 /24)…tapi sekarang sudah di upgrade jadi EIGRP yang mendukung classless

Tulisan ini untuk melengkapi EIGRP yang dahulu

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Packet memakai RTP (Reliable Transport Protocol), koq ?!?!?

EIGRP diciptakan untuk bisa mengalirkan bukan hanya protocol Layer 3 (Network) yaitu IP, tapi juga Novell, IPX, AppleTalk. Sedangkan klo UDP dan TCP hanya ada di protocol transport yang terhubung dengan network layer…inget…TCP/IP…TCP&UDP hanya sekedar metode pengiriman…ngirimnya ya lewat IP (bukan AppleTalk, IPX, dll)

Nah…RTP dibuat untuk bisa meng”akomodasi” TCP dan UDP dengan protocol2 selain IP….makanya RTP ini bisa jadi Unreliable atau Reliable (jadi “ganti nama” aja biar bisa di mengerti oleh protocol2 selain IP)

plus karena dia namanya RELIABLE…protocol ini dirancang untuk multiakses media yang punya multi neighbor (kek frame-relay)…multicast packet blum bisa dikirim lagi klo ACK blum diterima…jadi masalah donk ?!?!? RTP ini dirancang untuk ini…neighbors yang slowakan dirubah modenya dari multicast ke unicast

contoh RTP tu….klo ngirim hello packet, EIGRP akan ngirim pesan bahwa ga perlu ACK, klo ngirim update…perlu ACK

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Perbedaan RIP dan EIGRP

Karena masih sama2 Dynamic Routing Protocol yang berbasiskan Distance Vector…karakteristik nya masih sama, yaitu EIGRP masih “percaya” kepada update routing dari tetangganya, selama masih ada hello/reply…dia akan menganggap tetangga berikut routenya bisa di akses (tidak seperti Link-state yang bisa membuat topologi sendiri untuk meneruskan routing)

Perbedaannya ?

  • EIGRP khusus untuk antar Cisco Router (walaupun ada versi tidak “exclusive” nya di IEEE)
  • EIGRP IOS nya bayar (klo yang basic dapetnya cuma RIP)
  • (oke…yg ke 2 non-teknis wkwkwk)…EIGRP tidak ada periodic update (RIP tiap 30 detik)
  • Query…nanti dibawah dijelasin

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Packet dalam EIGRP

Ada 5 paket, yaitu:

  1. Hello Packet, biasa…packet ini untuk ngecek keberadaan router tetangga dan untuk membentuk neighborship

  2. Update Packet ,ini yang membedakan dari RIP, EIGRP akan mengirim update JIKA MEMANG ADA UPDATE

    Hanya router yang “berkepentingan” yang dapet update. (contoh: router tetangga)

  3. Ack Packet, Acknowledge…dikirimkan oleh router penerima update packet untuk kirim balik ke si pengirim. “paket sudah saya terima…trims makaseee

  4. Query, ini juga yang membedakan dari RIP dan routing lain…ketika suatu network putus…router akan minta “tolong” ke router2 lain…”tolong donk cariin jalan yang lain”
  5. Reply, setelah query diterima..router2 lain yang mempunyai “rute lebih baik” akan me-reply (Query dan Reply akan banyak dibahas di CCNP)

Update packet ini bisa kita bilang “minjem” konsep nya Link-state (makanya dulu EIGRP sering dibilang Routing Protocol Hybrid)

Query dan Ack Packet ini yang membedakan dia dari routing protocol lain (konsep DUAL)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Metric

Jika RIP menggunakan Algoritma Bellman-Ford (Hop Count), dan OSPF menggunakan Shortest Path First Algorithm

Maka EIGRP menggunakan konsep DUAL alias Diffusing Update Algorithm (liat query diatas)…ketika suatu network putus, maka dia akan melihat adakah rute cadangan (backup), klo ga ada maka dia akan minta tolong ke router yang lain untuk dicarikan jalan yang lebih baik (diffusing)…tapi karakteristik Distance Vector tetap ada…dia minta tolong ke tetangga (klo tetangganya salah kirim route!??!?!)

DUAL is based on research conducted at SRI (Stanford Research Institute) International, using calculations that were first proposed by E.W. Dijkstra and C.S. Scholten. The most prominent work with DUAL has been done by J.J. Garcia-Luna-Aceves.

EIGRP uses the following values in its composite metric to calculate the preferred path to a network:

  • Bandwidth
  • Delay

    Klo bandwidth dan Delay punya nilai yang sama, maka akan dihitung juga:

  • Reliability
  • Load
  • MTU

MTU (maximum transmission unit), hanya di include di routing table update, tapi perhitungan metric ga pake MTU

Kalau kita lihat diatas…yang penting adalah bandwidth dan delay untuk metric EIGRP, tapi kita mesti input semua ketika kita ingin men-distribusikan routing table EIGRP ke protocol lain (OSPF,RIP, atau IS-IS) yang dikenal dengan nama Redistribute Routing Table

*kapan2 gw jelasin tentang redistribute

Figure 1. Gw males klo uda itung2an….liat sendiri dah…hahaha

Bandwidth

EIGRP Router akan memilih diantara interface2nya…mana yang paling lambat..(loh?!?!?) untuk dijadikan barometer untuk kalkulasi metric

Kenapa ?? klo yang dipilih interface yang paling cepet…pas di tes tidak sesuai dengan keinginan ?!?!?

Masih bagus pas di tes ternyata MELEBIHI harapan donk!??!?

10,000,000 is divided by 1024. If the result is not a whole number, then the value is rounded down. In this case, 10,000,000 divided by 1024 equals 9765.625. The .625 is dropped before multiplying by 256. The bandwidth portion of the composite metric is 2,499,840.

EIGRP takes the bandwidth value in kbps and divides it by a reference bandwidth (yang mana referensinya adalah interface yang paling lambat…yaitu 1024 kbps-nya serial). This will result in higher bandwidth values receiving a lower metric and lower bandwidth values receiving a higher metric.

Delay

EIGRP uses the cumulative sum of delay metrics of all of the outgoing interfaces. The Serial 0/0/1 interface on R2 has a delay of 20000 microseconds. The FastEthernet 0/0 interface on R3 has a delay of 100 microseconds.

Each delay value is divided by 10 and then summed. 20,000/10 + 100/10 results in a value of 2,010. This result is then multiplied by 256. The delay portion of the composite metric is 514,560.

Hasilnya…Metric EIGRP (Bandwidth + Delay)

Reliability

Reliability is a measure of the probability that the link will fail or how often the link has experienced errors.

Valuenya dari 1 sampai 255 (makin besar makin reliable alias makin bagus)

Reliability is calculated on a 5-minute weighted average to avoid the sudden impact of high (or low) error rates.

Reliability is expressed as a fraction of 255 – the higher the value, the more reliable the link. So, 255/255 would be 100 percent reliable, whereas a link of 234/255 would be 91.8 percent reliable

Load

seberapa banyakkah data yang lewat di sebuah link. like reliability, load is measured dynamically with a value between 0 and 255. Similar to reliability, load is expressed as a fraction of 255. However, in this case a lower load value is more desirable because it indicates less load on the link. So, 1/255 would be a minimally loaded link. 40/255 is a link at 16 percent capacity, and 255/255 would be a link that is 100 percent saturated.


Txload = transmit , Rxload = Receive

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

DUAL Concept

*diambil dari artikel gw yang lama…

Tehnik Dual :

  1. Router2 EIGRP  memelihara sebuah copy ip route dari router2 milik tetangga, yang digunakan untuk menghitung “cost” untuk menyampaikan packet ke network2 remote
  2. jika router2 tetangga salah satu ada yang putus, maka router akan MEMERIKSA tentang “adakah route cadangan yg lebih baik untuk kirimkan packet ??”
  3. klo ga ada, maka router akan BERTANYA kepada router2 tetangga lainnya

Router A “ooiii…gw mo ke router D, lewat jalan router C mati, ada jalan yang lebih baik ga ??”

Router B dan C kirim respon…

Router B “oi…ke D lewat gw jaraknya 10 meter, soalnya muter ke Router F trus ke router E baru ke D”

Router C “lewat gw ke D jaraknya Cuma 5 meter, dari router E nyambung ke D koq

Router A akhirnya memilih rute C

Itu yg disebut diffusing (membaur) dari DUAL (Seakan akan kek punya inteljensia sendiri tu router bisa milih2 rute @_@ )

Di EIGRP dikenal beberapa istilah:

  • Feasible Distance (jarak dari router itu sendiri ke tujuan)
    = Feasible distance (FD) is the lowest calculated metric to reach the destination network.

  • Advertised Distance = metric/cost EIGRP yang di kirim oleh router2 backup, ke network tujuan (jarak dari router2 tetangga ketujuan)…alias reported distance

    R2 ke network R3 (192.168.1.0)…Distance-nya (baca: cost nya) adalah 3,014,400

    Sedangkan R1 “melaporkan” ke R2 bahwa R1 distance nya ke R3 adalah 2,172,416

    2,172,416 inilah yang disebut Advertised Distance/Reported Distance…DILIHAT DARI KACAMATA R2 yah !!

  • Successor = Jalur utama yang digunakan untuk kirim paket

    (liat gambar diatas) kalau mo kirim paket dari R2 ke 192.168.1.0…berarti harus lewat R3

  • Feasible Successor = Jalur Backup

    Kalo R2 ke R3 interfacenya down…backup nya adalah R1…jadi R2 akan ke R1 baru ke R3

nah…tau dari mana kita bisa menentukan Feasible Successor ini ??

itu diatas uda di jelasin…suatu route aja menjadi Feasible successor ketika Advertised Distance nya lebih kecil dari Local Router Distance

contoh…R2 distance ke R3 adalah 3,014,000…tapi R1 ke R3 adalah 2,172,416

maka oleh R2…rute ke R3 lewat R1 akan dijadikan rute cadangan (Feasible Successor)

*kalo gitu…lewat R1 aja donk…??? kan lebih kecil??

Inget…klo R2 ke R3 itu 3,014,400…tapi klo R2 ke R3 lewat R1 ???

R2 ke R1 = taro lah 1,000,000…R1 ke R3 = 2,172,416

2,172,416 + 1,000,000 = ??? lebih besar kan ????

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Topology Table

The successor, feasible distance, and any feasible successors with their reported distances are kept by a router in its EIGRP topology table or topology database (mirip kek Link-State kan??)

Explanation

  • P = means that this route is currently stable, if in A (Active State), this router still performing calculation (DUAL) to this route
  • Destination Network = sama kek di routing table
  • Number of Successor = “baca”nya adalah..berapa banyak “jalan” ke network tujuan (192.168.1.0/24)
  • Feasible Distance = metric dari router local ke network tujuan
  • Successor Reported Distance = Advertised Distance, yaitu metric dari router successor ke network tujuan yang “dilaporkan” ke router local
  • Next-Hop Address = sama kek di routing table
  • Next-Hop Address for Feasible Successor = bacanya…klo rute pertama ga jalan…backupnya ini
  • Feasible Distance to Feasible Successor = metric si route local ke network tujuan lewat route back up
  • Feasible Successor’s FD = metric si router backup ke network tujuan (ini harus lebih kecil dari current feasible distance: 3,014,400, untuk jadi successor)
  • Outbound Interface = ya lewat interface apa untuk ke network tujuannya

CATATAN PENTING: ini dilihat dari R2 yah (liat gambar topologi-nya)

Klo tadi kita melihat dari kacamata R2…(link dari R2 ke R3 putus ceritanya…trus nyari backup route)

Kalo kita kirim data/packet dari R1 ??? tidak ada Feasible Successor…karena apa…Advertise Distance si R2 ke R3 LEBIH BESAR dari router local alias R1 ke R3

Nah..disinilah mengapa EIGRP itu loop-free…karena…untuk mencegah loop…sebuah router harus memenuhi kriteria feasibility condition untuk jadi backup route

Inget…Distance Vector itu rentan terhadap routing loop…karena tidak bisa memetakan topology jaringan secara akurat (masih tergantung tetangga)

Kalo OSPF kan….ibaratnya…uda kenalan ke satu orang…dia harus kenalan lagi ke yang lain…paket LSA nya harus di kirim ke router tetangga trus tetangga nerusin LSA punya router yang ngirim tadi ke router lain…sampe semua router kenal dengan router yang ngirim LSA tadi

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Autonomous System (AS)

Di EIGRP dikenal namanya Autonomous System…tapi disini bukan AS yang sebenarnya…AS dalam EIGRP itu lebih ke arah process-ID (seperti OSPF)

An autonomous system (AS) is a collection of networks under the administrative control of a single entity that presents a common routing policy to the Internet. In the figure, companies A, B, C, and D are all under the administrative control of ISP1. ISP1 “presents a common routing policy” for all of these companies when advertising routes to ISP2

Yang berwenang ngasih AS ini cyapa ?!? *ehem*..siapa ?? IANA

“AS numbers are assigned by the Internet Assigned Numbers Authority (IANA), the same authority that assigns IP address space”

Who needs an autonomous system number?

Usually ISPs (Internet Service Providers), Internet backbone providers, and large institutions connecting to other entities that also have an AS number

BGP is the only routing protocol that uses an actual autonomous system number in its configuration. (untuk menghubungkan AS yang satu dengan yang lain butuh BGP

The vast majority of companies and institutions with IP networks do not need an AS number because they come under the control of a larger entity such as an ISP. These companies use interior gateway protocols such as RIP, EIGRP, OSPF, and IS-IS to route packets within their own networks. They are one of many independent and separate networks within the autonomous system of the ISP.

The ISP is responsible for the routing of packets within its autonomous system and between other autonomous systems. (baca…antar ISP)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Summary (tambahan juga ^_^)


klo RIP ada 1 Table, yaitu routing table…EIGRP ada 3

  • Neighbors Table…list dari directly connected network (discovery nya pake Hello Packet)
  • Topology Table…list dari routing table yang dikirim tetangga/directly connected router
  • Routing Table…topology yang sudah di proses…dijadikan routing table oleh si Router itu sendiri
  • Hello Packet…buat nge-cek tetangga dan bikin neighbor table
    • 60s buat T1 or slower…5s on ethernet…15s untuk holddown timer alias masih dianggap idup dengan batas waktu 3x hello timer
    • hello timer ga perlu match buat masing2 router EIGRP ngasih hello (tapi K Value dari Metric EIGRP HARUS SAMA)

Update Packet…ya buat update

Query Packet…untuk menentukan rute utama dan rute backup (Successor dan Feasible Successor)

Reply Packet…balesan dari query

ACK packet…balesan dari update, hello, dan reply (EIGRP akan kirim max. 16 kali atau sampe hold time expired…klo ACK ga didapet pas lagi kirim RTP…fitur untuk ngecek holddown timer ini disebut RTO)

EIGRP support unequal load balancing (jadi packet bisa dikirim lebih dari satu rute…tapi berbeda cost)…pake keyword variance 

224.0.0.10 adalah alamat multicast dari EIGRP

If the RTO expires before an ACK packet is received, the EIGRP process retransmits another copy of the reliable packet, up to a maximum of 16 times or until the hold time expires.

For EIGRP, the passive-interface command does the following:
• It prevents a neighbor relationship from being established over a passive interface.
• It stops routing updates from being processed or sent over passive interface. (in or out !!)
• It allows a subnet on a passive interface to be announced in an EIGRP process.

hello packet ga perlu pake ACK dan update perlu ACK..diatur oleh RTP