Home

BGP (Border Gateway Protocol)

8 Comments

BGP adalah salah satu routing protocol selain RIP, EIGRP, & OSPF

klo RIP, EIGRP, & OSPF tugas nya menghubungkan router satu dengan router yang lain (Interior Gateway Protocol / IGP)

klo BGP ini EGP (Emang Gua Pikirin *maap* Exterior Gateway Protocol), menghubungkan antar AS

BGP ini tugasnya menghubungkan antar ISP (yang masing2 ISP punya nomor unique sendiri2 yang disebut AS / Autonomous System)

AS = collection of networks under single administration

lalu apa bedanya AS EIGRP dengan AS BGP (ISP) ??? AS EIGRP itu kek OSPF Area…beda antara mereka adalah

  • OSPF
    • Area OSPF beda bisa saling terhubung (asal terhubung ke area 0 atau kondisi lainnya terpenuhi)
    • Update hanya berlangsung dan di proses di Area itu saja (tidak nyebar ke Area lain)
  • EIGRP
    • Beda Area (Baca: Beda AS)…ga bisa saling terhubung, HARUS PAKE REDISTRIBUTION

EGP sebener nya routing protocol tersendiri yang terpisah dari BGP, cuma EGP uda obsolete(kuno)…akhirnya BGP itu sendirilah yang diafiliasikan dengan EGP

nah…klo AS EIGRP bisa kita set sendiri (toh masih IGP…masi didalam satu ISP), klo AS BGP yang ngatur adalah IANA (ICANN) tepatnya RIR (Regional Internet Registry)

RIR ini adalah anak organisasi IANA yang ngatur alokasi IP (public) dan AS BGP (link IANA vs ICANN)

ada 5 RIR:

  • AfriNIC (African Network Information Centre)
  • APNIC (Asia Pacific Network Information Centre)
  • ARIN (American Registry for Internet Numbers – North America)
  • LACNIC (Latin American and Carribean Network Information Centre)
  • RIPE NCC (Reseaux IP Europeens Network Coordination Centre – Europe, Timur Tengah, Central Asia)

AS BGP itu size nya 16 bit yang berarti dari 1 sampai 65,535, dimana AS 64,512 sampai 65,535 (1023 buah) itu buat private use (mirip ke Private IP)

makanya klo tes ato contoh soal/lab yang menggunakan BGP pasti pake AS yang ga jauh2 dari yang diatas (supaya ga ngambil AS orang/organisasi lain yang Legal)

sekarang sudah ada AS yang 32 bit (yang artinya nomor AS itu bisa ampe 4 milyar, untuk mengatasi depleted AS…kek IP juga yang depleted *facepalm*)

Requirement for Implementing BGP is

  • Public IP address ^_^ (klo ga pake aja NAT)
  • Routing Protocol (bisa statis ato dinamis)

BGP pake TCP port 179 untuk metode pengiriman packet dan triggered update nya

BGP “hold down” timer dikirim tiap 60 detik sekali (istilah di BGP namanya keepalive message)

Any Router that runs BGP is called a BGP speaker.

and Any Router that form BGP neighborship is called BGP Peers.

dibandingkan routing protocol lain, config BGP terhitung paling ribet dan kompleks

klo RIP pake metric nya HOP, IS-IS bandwidth, OSPF cost, EIGRP banyak *wkwkw*

nah klo BGP pake metricnya apa ?? BGP kaga pake metric

BGP itu policy-based routing protocol, dia ngontrol traffic packet berdasarkan attibut2 (bukan metric) yang dia punya

untuk traffic A dia pake attibut X…untuk traffic B dia pake attribut Y..dst

klo IGP router konfig/announce list network-nya (contoh: router rip lalu network x.x.x.x)

klo BGP itu announce network reachability information

contoh:

(sorry…harusnya ip add 1.1.1.1 dan 2.2.2.2)

baik R1 dan R2 men-define neighbor nya (yang pake BGP tentunya)

lalu memutuskan network2 mana saja yang mau dikasi ke neighbornya itu

When to Use BGP??

  • when multi-homed (see below)
  • Network kita (AS Kita) adalah transit AS (menghubungkan AS satu ke yang lain)
  • Inter-AS policy harus di modifikasi

When Not??

  • Single homed (see below)
  • RAM dan CPU router ga cukup kuat untuk menunjang BGP
  • lo kaga bisa make Route-Filtering dan Route-Mapping…hahah

=====================================================

BGP Connectivity Type

single homed: 1 router kita cuma punya 1 jalan ke ISP

single homing biasanya ga pake BGP…pake static route aja cukup

biasanya klo single homing pake BGP tu buat announce public network nya Company ke ISP dan ISP announce default route ke Client (toh untuk internetan doank kan?!?)

dual homed: kita punya 2 router yang punya jalan ke 1 ISP (atau 1 router tapi punya 2 jalan ke ISP)

biasanya tipe ini pake BGP, dan juga IP SLA untuk “bring-up” backup route ato interface nya

dan juga provide buat load balancing antar interface dengan CEF (Cisco Express Forwarding)

apa itu CEF?? klo dulu router ngirim paket lewat routing table, yang mana perlu RAM dan makan CPU, sekarang dengan CEF…routing process itu melalui Hardware

processing routing lewat hardware lebih cepat dari software

multi homed: 1 router lo ke ISP A, 1 router lagi ke ISP B

lebih flexibel, resilient network…disini juga bisa dimplementasikan BGP

tapi hati2…

klo AS 65500 dapet rute 172.16.0.0/16 dari ISP A Router D, (klo kita konfig nya ga bener) trus di Advertise ke ISP-B

maka ISP-B bisa saja menganggap rute 172.16.0.0/16 itu harus lewat AS 65500 (padahal bisa langsung dari ISP B)

alhasil….AS 65500 akan jadi semacam rute transit

nah…salah satu troubleshooting implementasi BGP ya seperti itu…

dual-multi homed: 2 router lo punya link ke masing2 ISP

masalah2 BGP biasanya terdapat di multi-homed dan dual multi-homed (biasanya suboptimal routing)

maksud hati ingin supaya ada rute backup…salah2 konfig, malah rute backup yang ngirimin traffic dari dia ke network kita…repot kan

When BGP is running between routers in different autonomous systems, it is called External BGP (EBGP).

When BGP is running between routers in the same autonomous system, it is called Internal BGP (IBGP).

trus bedanye apee itu be-2?!?!

klo E-BGP itu untuk menghubungkan ISP satu dengan yang lain

klo I-BGP itu seperti contoh dibawah ini:

Customer A (AS 65010) punya dual ISP (1 Main 1 Backup), masing2 ISP kirim default-route nya masing2

nah, taro lah ISP 1 jadi main Route (karena Metric IGP ato karena konfig dari R1&R2)

Customer A ingin kirim traffic ke 172.17.0.0 (di ISP 2 network)

karena ISP 1 jadi main route…it may cause suboptimal route, because to send data into 172.17.0.0 network must travel to ISP 1 first instead of ISP 2 (network 172.17.0.0 kan adanya di ISP 2)

nah, R1 dan R2 memakai BGP internal untuk mereka sendiri guna menentukan best path to destination based on policy yang mereka buat (inget…BGP itu policy based routing)

jadi kek R1 & R2 ngobrol…”yuk..klo kirim data A lewat sini…data B lewat sana

inilah yang dinamakan I-BGP

untuk ngobrol R1 dan R2 dalam menentukan rute keluar pake I-BGLu (ai-biji lu !!…hhahaha)…I-BGP maksudnya

untuk ngobrol R1 dan R2 dengan masing2 ISP disebut E-BGP

makanya…BGP sering juga disebut Path Vector Protocol

dan karena BGP behavior itu policy-based…this protocol cannot perform Load-balancing

==================================================

BGP Message Type

1. Open Message

didalam nya terdapat beberapa informasi

  • Version number: BGP version
  • AS Number
  • Hold Time: jarak waktu interval antara successive keepalive dan update message dari pengirim (dalam detik)
  • BGP Router ID: 32 bit size, BGP ID ini sama persis kek OSPF Router ID (bahkan proses pemilihannya juga)
  • Optional Parameter: authentication (klo ada, namanya juga optional ^_^ )

2. Keepalive Message

keepalive message ini untuk me-refresh hold time supaya ga expiring (klo expired hold timenya, BGP adjacency nya putus)

3. Update Message

BGP update message hanya punya informasi untuk 1 jalur saja, maksudnya ??

klo IGP kirim update message ke suatu router, isinya adalah jalur2/rute2 yang dia ketahui

klo BGLu *ehm* BGP maksudnya…kirim update message ke suatu router, hanya 1 jalur…lebih dari 1 jalur = lebih dari 1 update message

eh…gw punya update nih…gw tau jalan ke network A” = 1 update message

eh…gw punya update nih…gw tau jalan ke network A, trus ke network B, trus ke network C” = 3 update message

isi dari Update Message:

  • Withdrawn Routes:

    berisi list2 dari Route2 yang dicabut (termasuk IP Prefix nya) dari BGP (jadi kek kasi notifikasi gitu loh)

  • Path attributes:

    isinya “metric2” alias attribute2 dari BGP…kek AS Path, Origin, Local Preference, dll

  • Network-Layer Reachability Information:

    kebalikan dari Withdrawn Route, isinya adalah rute2 yang reachable oleh BGP

4. Notification Message

ini mah klo ada error…hahaha

===========================================

BGP “Metric” that called Attributes

BGP ga punya metric, cuma karena gw tau lo uda terbiasa ama metric…gw bilang aja ini “seakan2” metric…hahaha

BGP Attribute inilah yang bertugas men-decide mana best path (best route), remember BGP cannot Load Balancing…only 1 path (but can perform load sharing)

Load sharing
is the ability to distribute incoming/outgoing traffic over multiple paths

Load balancing
is the ability to split the load (split packet) toward the same destination (host or IP) over multiple paths.

  • “Well-Known” BGP Attributes (attribut2 BGP yang harus “dikenali” oleh BGP Speaker ketika peering)
    • Mandatory “Well-Known” (attribut2 yang harus appear disetiap update message)
      • Origin = tempat asal dari BGP route…apakah itu rute BGP di-announce oleh IGP router, oleh BGP router yang lain, ato dari redistribusi
      • AS-Path = ini kek ip route…cuma namanya kita ganti jadi AS Route
      • Next-Hop = ip address dari next -hop router
    • Discretionary “Well-Known” (may / may not appear in update message, tapi tetap harus disupport klo di implementasikan ini attribut)
      • Local Preference =rute BGP yang diterima dari BGP neighbor, default value nya adalah 100
      • Aggregation = klo di IGP ini attribute dinamakan “Route Summarization
  • Optional BGP Attribute (atribut2 BGP yang disupport atau tidak disupport oleh BGP Speaker)
    • Transitive (support ato ga support itu BGP Speaker yang receive  update, kalo update message nya contain attribute ini…tetep harus di-pass ke next AS, kali2 aja AS lain tau attribute2 itu buat apa)
      • Aggregator = IP address dan AS number nya si Router yang perform route aggregation
      • Community = isi nya route-tagging…nah lo…
    • Non-Transitive (klo pun ga support, BGP Receiver…ga ada kewajiban untuk ngoper update nya ke AS lain)
      • MED (multi exit discriminator) = attribute ini berguna untuk membedakan/memisahkan multiple entry points yang masuk kedalam satu AS

Next Hop BGP Attibutes

BGP 1

biasanya next-hop emang ip address dari sending router nya

BGP 2

tapi akan bahaya klo switch nya FRAME-RELAY (NBMA)

BGP 3

BGP Path Selection Process (klo ada beberapa path/jalur ke satu tempat yang sama)

  1. Weight (Cisco Propiertary), klo lo konfig BGP…yang pertama diliat adalah Weight untuk menentukan best path (local router akan nentuin mana Weight yang lebih besar untuk best path.., INGET…CISCO ONLY

    weight ini value nya dari 0 – 65535, defaultnya 32768 (dari Router itu sendiri) dan 0 dari dari path lain, weight ini hanya dikonfig di router local dan ga dikasi ke router lainjadi weight ini ibarat kita setting di router, yang mana dari path2 BGP ini yang kita “beratin timbangannya“, untuk dipilih duluan adalah yang paling berat

  2. Local Preference, klo attribute Weight nya sama (Cisco) atau klo vendor lain…ini yang dilihat selanjutnya, para router di AS yang sama akan ngeliat attribute ini

    yang paling tinggi yang dipilih. default value nya adalah 100

  3. Default Route, klo local preference dari beberapa path yang ditawarkan BGP itu sama, di local router akan memilih Default Route
  4. Shortest AS Path, klo ga ada default route, para router akan ngeliat berdasarkan path AS yang paling pendek (kek RIP…yang paling kecil AS hop count nya)
  5. klo masih sama, liat dari Origin of path (yang paling kecil yang dipilih), para router akan memilih best path yang dipilihkan oleh IGP (IGP origin < EGP Origin)
  6. MED (multi exit discriminator), ini tu bisa diibaratkan BGP metric, jika origin sama (tarolah dari 1 EIGRP AS), MED ini di-exchange between AS, yang paling rendah yang dipilih
  7. prefer liat i-BGP daripada e-BGP
  8. prefer shortest Path to closest IGP Neighbor, jadi router milih jalan terdekat ke BGP Speaker (masih dalam IGP yang sama)
  9. prefer oldest route, liat route yang paling lama di routing table (cocok untuk interface BGP yang up down terus2an…alias “flapping”)
  10. prefer lowest BGP Router ID
  11. jika sama BGP Router ID nya, prefer lowest IP address

banyak kan ?!?!?! @_@

dan attribute2 itulah yang kita setting untuk BGP

belum lagi ada regular expression (REGEXP) kek ^, $, [], , (), ., *, +, ? untuk modifikasi Shortest AS Path yang kita mo buat

konfig BGP nya dibagi jadi 4 part…silakan liat di indeks

EIGRP

11 Comments

EIGRP adalah salah satu dynamic routing yang termasuk dalam Distance Vector

Kelebihannya dari Distance Vector yang lain (khususnya RIP) adalah dia “meminjam” beberapa karakteristik dari Protocol Link-State

Btw…EIGRP singkatan dari Enhanced Interior Gateway Routing Protocol

Dahulu ada yang namanya IGRP (hanya mendukung classful alias /8 /16 /24)…tapi sekarang sudah di upgrade jadi EIGRP yang mendukung classless

Tulisan ini untuk melengkapi EIGRP yang dahulu

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Packet memakai RTP (Reliable Transport Protocol), koq ?!?!?

EIGRP diciptakan untuk bisa mengalirkan bukan hanya protocol Layer 3 (Network) yaitu IP, tapi juga Novell, IPX, AppleTalk. Sedangkan klo UDP dan TCP hanya ada di protocol transport yang terhubung dengan network layer…inget…TCP/IP…TCP&UDP hanya sekedar metode pengiriman…ngirimnya ya lewat IP (bukan AppleTalk, IPX, dll)

Nah…RTP dibuat untuk bisa meng”akomodasi” TCP dan UDP dengan protocol2 selain IP….makanya RTP ini bisa jadi Unreliable atau Reliable (jadi “ganti nama” aja biar bisa di mengerti oleh protocol2 selain IP)

plus karena dia namanya RELIABLE…protocol ini dirancang untuk multiakses media yang punya multi neighbor (kek frame-relay)…multicast packet blum bisa dikirim lagi klo ACK blum diterima…jadi masalah donk ?!?!? RTP ini dirancang untuk ini…neighbors yang slowakan dirubah modenya dari multicast ke unicast

contoh RTP tu….klo ngirim hello packet, EIGRP akan ngirim pesan bahwa ga perlu ACK, klo ngirim update…perlu ACK

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Perbedaan RIP dan EIGRP

Karena masih sama2 Dynamic Routing Protocol yang berbasiskan Distance Vector…karakteristik nya masih sama, yaitu EIGRP masih “percaya” kepada update routing dari tetangganya, selama masih ada hello/reply…dia akan menganggap tetangga berikut routenya bisa di akses (tidak seperti Link-state yang bisa membuat topologi sendiri untuk meneruskan routing)

Perbedaannya ?

  • EIGRP khusus untuk antar Cisco Router (walaupun ada versi tidak “exclusive” nya di IEEE)
  • EIGRP IOS nya bayar (klo yang basic dapetnya cuma RIP)
  • (oke…yg ke 2 non-teknis wkwkwk)…EIGRP tidak ada periodic update (RIP tiap 30 detik)
  • Query…nanti dibawah dijelasin

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Packet dalam EIGRP

Ada 5 paket, yaitu:

  1. Hello Packet, biasa…packet ini untuk ngecek keberadaan router tetangga dan untuk membentuk neighborship

  2. Update Packet ,ini yang membedakan dari RIP, EIGRP akan mengirim update JIKA MEMANG ADA UPDATE

    Hanya router yang “berkepentingan” yang dapet update. (contoh: router tetangga)

  3. Ack Packet, Acknowledge…dikirimkan oleh router penerima update packet untuk kirim balik ke si pengirim. “paket sudah saya terima…trims makaseee

  4. Query, ini juga yang membedakan dari RIP dan routing lain…ketika suatu network putus…router akan minta “tolong” ke router2 lain…”tolong donk cariin jalan yang lain”
  5. Reply, setelah query diterima..router2 lain yang mempunyai “rute lebih baik” akan me-reply (Query dan Reply akan banyak dibahas di CCNP)

Update packet ini bisa kita bilang “minjem” konsep nya Link-state (makanya dulu EIGRP sering dibilang Routing Protocol Hybrid)

Query dan Ack Packet ini yang membedakan dia dari routing protocol lain (konsep DUAL)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Metric

Jika RIP menggunakan Algoritma Bellman-Ford (Hop Count), dan OSPF menggunakan Shortest Path First Algorithm

Maka EIGRP menggunakan konsep DUAL alias Diffusing Update Algorithm (liat query diatas)…ketika suatu network putus, maka dia akan melihat adakah rute cadangan (backup), klo ga ada maka dia akan minta tolong ke router yang lain untuk dicarikan jalan yang lebih baik (diffusing)…tapi karakteristik Distance Vector tetap ada…dia minta tolong ke tetangga (klo tetangganya salah kirim route!??!?!)

DUAL is based on research conducted at SRI (Stanford Research Institute) International, using calculations that were first proposed by E.W. Dijkstra and C.S. Scholten. The most prominent work with DUAL has been done by J.J. Garcia-Luna-Aceves.

EIGRP uses the following values in its composite metric to calculate the preferred path to a network:

  • Bandwidth
  • Delay

    Klo bandwidth dan Delay punya nilai yang sama, maka akan dihitung juga:

  • Reliability
  • Load
  • MTU

MTU (maximum transmission unit), hanya di include di routing table update, tapi perhitungan metric ga pake MTU

Kalau kita lihat diatas…yang penting adalah bandwidth dan delay untuk metric EIGRP, tapi kita mesti input semua ketika kita ingin men-distribusikan routing table EIGRP ke protocol lain (OSPF,RIP, atau IS-IS) yang dikenal dengan nama Redistribute Routing Table

*kapan2 gw jelasin tentang redistribute

Figure 1. Gw males klo uda itung2an….liat sendiri dah…hahaha

Bandwidth

EIGRP Router akan memilih diantara interface2nya…mana yang paling lambat..(loh?!?!?) untuk dijadikan barometer untuk kalkulasi metric

Kenapa ?? klo yang dipilih interface yang paling cepet…pas di tes tidak sesuai dengan keinginan ?!?!?

Masih bagus pas di tes ternyata MELEBIHI harapan donk!??!?

10,000,000 is divided by 1024. If the result is not a whole number, then the value is rounded down. In this case, 10,000,000 divided by 1024 equals 9765.625. The .625 is dropped before multiplying by 256. The bandwidth portion of the composite metric is 2,499,840.

EIGRP takes the bandwidth value in kbps and divides it by a reference bandwidth (yang mana referensinya adalah interface yang paling lambat…yaitu 1024 kbps-nya serial). This will result in higher bandwidth values receiving a lower metric and lower bandwidth values receiving a higher metric.

Delay

EIGRP uses the cumulative sum of delay metrics of all of the outgoing interfaces. The Serial 0/0/1 interface on R2 has a delay of 20000 microseconds. The FastEthernet 0/0 interface on R3 has a delay of 100 microseconds.

Each delay value is divided by 10 and then summed. 20,000/10 + 100/10 results in a value of 2,010. This result is then multiplied by 256. The delay portion of the composite metric is 514,560.

Hasilnya…Metric EIGRP (Bandwidth + Delay)

Reliability

Reliability is a measure of the probability that the link will fail or how often the link has experienced errors.

Valuenya dari 1 sampai 255 (makin besar makin reliable alias makin bagus)

Reliability is calculated on a 5-minute weighted average to avoid the sudden impact of high (or low) error rates.

Reliability is expressed as a fraction of 255 – the higher the value, the more reliable the link. So, 255/255 would be 100 percent reliable, whereas a link of 234/255 would be 91.8 percent reliable

Load

seberapa banyakkah data yang lewat di sebuah link. like reliability, load is measured dynamically with a value between 0 and 255. Similar to reliability, load is expressed as a fraction of 255. However, in this case a lower load value is more desirable because it indicates less load on the link. So, 1/255 would be a minimally loaded link. 40/255 is a link at 16 percent capacity, and 255/255 would be a link that is 100 percent saturated.


Txload = transmit , Rxload = Receive

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

DUAL Concept

*diambil dari artikel gw yang lama…

Tehnik Dual :

  1. Router2 EIGRP  memelihara sebuah copy ip route dari router2 milik tetangga, yang digunakan untuk menghitung “cost” untuk menyampaikan packet ke network2 remote
  2. jika router2 tetangga salah satu ada yang putus, maka router akan MEMERIKSA tentang “adakah route cadangan yg lebih baik untuk kirimkan packet ??”
  3. klo ga ada, maka router akan BERTANYA kepada router2 tetangga lainnya

Router A “ooiii…gw mo ke router D, lewat jalan router C mati, ada jalan yang lebih baik ga ??”

Router B dan C kirim respon…

Router B “oi…ke D lewat gw jaraknya 10 meter, soalnya muter ke Router F trus ke router E baru ke D”

Router C “lewat gw ke D jaraknya Cuma 5 meter, dari router E nyambung ke D koq

Router A akhirnya memilih rute C

Itu yg disebut diffusing (membaur) dari DUAL (Seakan akan kek punya inteljensia sendiri tu router bisa milih2 rute @_@ )

Di EIGRP dikenal beberapa istilah:

  • Feasible Distance (jarak dari router itu sendiri ke tujuan)
    = Feasible distance (FD) is the lowest calculated metric to reach the destination network.

  • Advertised Distance = metric/cost EIGRP yang di kirim oleh router2 backup, ke network tujuan (jarak dari router2 tetangga ketujuan)…alias reported distance

    R2 ke network R3 (192.168.1.0)…Distance-nya (baca: cost nya) adalah 3,014,400

    Sedangkan R1 “melaporkan” ke R2 bahwa R1 distance nya ke R3 adalah 2,172,416

    2,172,416 inilah yang disebut Advertised Distance/Reported Distance…DILIHAT DARI KACAMATA R2 yah !!

  • Successor = Jalur utama yang digunakan untuk kirim paket

    (liat gambar diatas) kalau mo kirim paket dari R2 ke 192.168.1.0…berarti harus lewat R3

  • Feasible Successor = Jalur Backup

    Kalo R2 ke R3 interfacenya down…backup nya adalah R1…jadi R2 akan ke R1 baru ke R3

nah…tau dari mana kita bisa menentukan Feasible Successor ini ??

itu diatas uda di jelasin…suatu route aja menjadi Feasible successor ketika Advertised Distance nya lebih kecil dari Local Router Distance

contoh…R2 distance ke R3 adalah 3,014,000…tapi R1 ke R3 adalah 2,172,416

maka oleh R2…rute ke R3 lewat R1 akan dijadikan rute cadangan (Feasible Successor)

*kalo gitu…lewat R1 aja donk…??? kan lebih kecil??

Inget…klo R2 ke R3 itu 3,014,400…tapi klo R2 ke R3 lewat R1 ???

R2 ke R1 = taro lah 1,000,000…R1 ke R3 = 2,172,416

2,172,416 + 1,000,000 = ??? lebih besar kan ????

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

EIGRP Topology Table

The successor, feasible distance, and any feasible successors with their reported distances are kept by a router in its EIGRP topology table or topology database (mirip kek Link-State kan??)

Explanation

  • P = means that this route is currently stable, if in A (Active State), this router still performing calculation (DUAL) to this route
  • Destination Network = sama kek di routing table
  • Number of Successor = “baca”nya adalah..berapa banyak “jalan” ke network tujuan (192.168.1.0/24)
  • Feasible Distance = metric dari router local ke network tujuan
  • Successor Reported Distance = Advertised Distance, yaitu metric dari router successor ke network tujuan yang “dilaporkan” ke router local
  • Next-Hop Address = sama kek di routing table
  • Next-Hop Address for Feasible Successor = bacanya…klo rute pertama ga jalan…backupnya ini
  • Feasible Distance to Feasible Successor = metric si route local ke network tujuan lewat route back up
  • Feasible Successor’s FD = metric si router backup ke network tujuan (ini harus lebih kecil dari current feasible distance: 3,014,400, untuk jadi successor)
  • Outbound Interface = ya lewat interface apa untuk ke network tujuannya

CATATAN PENTING: ini dilihat dari R2 yah (liat gambar topologi-nya)

Klo tadi kita melihat dari kacamata R2…(link dari R2 ke R3 putus ceritanya…trus nyari backup route)

Kalo kita kirim data/packet dari R1 ??? tidak ada Feasible Successor…karena apa…Advertise Distance si R2 ke R3 LEBIH BESAR dari router local alias R1 ke R3

Nah..disinilah mengapa EIGRP itu loop-free…karena…untuk mencegah loop…sebuah router harus memenuhi kriteria feasibility condition untuk jadi backup route

Inget…Distance Vector itu rentan terhadap routing loop…karena tidak bisa memetakan topology jaringan secara akurat (masih tergantung tetangga)

Kalo OSPF kan….ibaratnya…uda kenalan ke satu orang…dia harus kenalan lagi ke yang lain…paket LSA nya harus di kirim ke router tetangga trus tetangga nerusin LSA punya router yang ngirim tadi ke router lain…sampe semua router kenal dengan router yang ngirim LSA tadi

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Autonomous System (AS)

Di EIGRP dikenal namanya Autonomous System…tapi disini bukan AS yang sebenarnya…AS dalam EIGRP itu lebih ke arah process-ID (seperti OSPF)

An autonomous system (AS) is a collection of networks under the administrative control of a single entity that presents a common routing policy to the Internet. In the figure, companies A, B, C, and D are all under the administrative control of ISP1. ISP1 “presents a common routing policy” for all of these companies when advertising routes to ISP2

Yang berwenang ngasih AS ini cyapa ?!? *ehem*..siapa ?? IANA

“AS numbers are assigned by the Internet Assigned Numbers Authority (IANA), the same authority that assigns IP address space”

Who needs an autonomous system number?

Usually ISPs (Internet Service Providers), Internet backbone providers, and large institutions connecting to other entities that also have an AS number

BGP is the only routing protocol that uses an actual autonomous system number in its configuration. (untuk menghubungkan AS yang satu dengan yang lain butuh BGP

The vast majority of companies and institutions with IP networks do not need an AS number because they come under the control of a larger entity such as an ISP. These companies use interior gateway protocols such as RIP, EIGRP, OSPF, and IS-IS to route packets within their own networks. They are one of many independent and separate networks within the autonomous system of the ISP.

The ISP is responsible for the routing of packets within its autonomous system and between other autonomous systems. (baca…antar ISP)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Summary (tambahan juga ^_^)


klo RIP ada 1 Table, yaitu routing table…EIGRP ada 3

  • Neighbors Table…list dari directly connected network (discovery nya pake Hello Packet)
  • Topology Table…list dari routing table yang dikirim tetangga/directly connected router
  • Routing Table…topology yang sudah di proses…dijadikan routing table oleh si Router itu sendiri
  • Hello Packet…buat nge-cek tetangga dan bikin neighbor table
    • 60s buat T1 or slower…5s on ethernet…15s untuk holddown timer alias masih dianggap idup dengan batas waktu 3x hello timer
    • hello timer ga perlu match buat masing2 router EIGRP ngasih hello (tapi K Value dari Metric EIGRP HARUS SAMA)

Update Packet…ya buat update

Query Packet…untuk menentukan rute utama dan rute backup (Successor dan Feasible Successor)

Reply Packet…balesan dari query

ACK packet…balesan dari update, hello, dan reply (EIGRP akan kirim max. 16 kali atau sampe hold time expired…klo ACK ga didapet pas lagi kirim RTP…fitur untuk ngecek holddown timer ini disebut RTO)

EIGRP support unequal load balancing (jadi packet bisa dikirim lebih dari satu rute…tapi berbeda cost)…pake keyword variance 

224.0.0.10 adalah alamat multicast dari EIGRP

If the RTO expires before an ACK packet is received, the EIGRP process retransmits another copy of the reliable packet, up to a maximum of 16 times or until the hold time expires.

For EIGRP, the passive-interface command does the following:
• It prevents a neighbor relationship from being established over a passive interface.
• It stops routing updates from being processed or sent over passive interface. (in or out !!)
• It allows a subnet on a passive interface to be announced in an EIGRP process.

hello packet ga perlu pake ACK dan update perlu ACK..diatur oleh RTP