Advertisements
Home

Wireless Fundamentals

2 Comments

*Note: I was forced to do somethin’ ’bout wireless, therefore this article came up… (damn, lol)

Ok, scope dari jaringan computer sekarang ini tidak hanya berkaitan dalam KABEL dan Corresponding Device saja (like router or switch)

Melainkan sudah menjajah kedalam teknologi VOICE (orang PABX pasti gerah dengan VoIP karena harus belajar lagi haha), DATA CENTER (bagaimana teknologi Server/DC digabung kedalam jaringan, like…FCoE), annnddd…bagaimana mengalirkan data via udara (radio)

YUP…THAT’S IT, WIRELESS (kita bahas jajahan/kolonisasi berikutnya dari Jaringan Komputer yaitu Radio Frequency alias RF)…Jaringan Komputer TANPA KABEL

===============================

WIRELESS PRINCIPLES

Topic ini digunakan untuk “bridging” knowledge dari (RS) routing switching agar bisa “menjajah” teknologi Radio Frequency (RF)

…lo ga bisa menaklukan suatu negara/teknologi tanpa mengetahui birokrasi/system/knowledge didalamnya

First Questionhow we transmit data without cable?? Via/over the Air (lewat udara). But how??

I’ll try to skip anything that irrelevant to this topic…RF topic is HUUUGEEE you know

Konsepnya mirip dengan FM Radio (radio2 yg sering kita puter di mobil), transmit data over radio waves

Hanya saja yang digunakan adalah frequency dari 900 Mhz sampai 5 Ghz (uda ketentuan dari sono-nya, alias dari FCC/ETSI/IEEE-nya, klo lo nanya darimana asalnya harus begini)

Now Lets Talk about Mhz and Ghz, what are these guys?!? Lu bisa bilang…ini “metric”-nya dari radio frequency, klo kita biasa ngitung dalam Bit, dia dalam Hz (Hertz)

Sama dengan Mbit dan Gbit…dalam wireless data dikirim 1 juta kali per detik sampe 1 trilliun kali per detik, bedanya ini via radio

How it works?!? By inserting data into carrier signal…via frequency

Apa sih frequency itu?? Istilah ini untuk menunjukkan “seberapa sering” (frequent) sebuah sinyal repeat itself, dengan time measurement alias perbandingan waktu tentunya (dalam 1 detik)

Sebuah radiowave itu kan ada High Peak sama Low Peak alias “turun-naek” (namanya juga radio WAVE), nah…1 kali naek trus turun trus naek lagi itu disebut 1 cycle (liat gambar dibawah)

Gambar diatas kira2 begitulah, biar pada paham garis besarnya aja (padahal salah ini, yang bener kek dibawah hahaha)

Proses inserting data into carrier signal inilah yang biasanya disebut Modulation

Berarti klo 2,4 Ghz…berapa cycle/wave hayooo

(wkwkwkkw)

Untuk bisa sebuah sinyal ini mengirimkan banyak data (alias kenapa 2,4 ato 5 Ghz bisa ngirim banyak data)…tentu harus banyak “cycle” nya…bagaimana dalam 1 detik, kita bisa ngirim sebegitu banyak data

Tentunya kita “rapat”kan cycle nya, kek gini:

Kerapatan sinyal inilah yang disebut Wavelength

So…kita bisa ambil kesimpulan, semakin banyak data yang dikirimkan dalam satu waktu (newbie read: semakin cepet bandwidthnya, lol), semakin tinggi pula frequency-nya (semakin rapat wavelength-nya)

Semakin rapat wavelength, semakin susah pula untuk radio frequency lain interference, karena semakin rapat cycle-nya hahaha (terus aja looping statement-nya)

But here’s the fact…

Radiowave/frequency itu kek air, semakin banyak riak…semakin pendek jalannya, sampe ujung…itu riak (baca: wave) uda ga ada

Semakin sedikit riak (longer wavelength) semakin panjang jalannya, kemungkinan besar sampe ke tepi sungai (ga banyak gelombang yang harus dibawa air…jadi lebih cepet dan lebih panjang masa hidup gelombangnya)

Dari table diatas kita bisa ambil kesimpulan kenapa 802.11a bisa lebih banyak transmit data (higher frequency) dan lebih pendek jaraknya (<100m) tetapi resistant terhadap radio interference

One of the reason why 802.11b dengan 2,4 GHz-nya lebih banyak dipake daripada 802.11a (5 GHz yang notabene lebih banyak data rate-nya) adalah…Range

Tapi kan resistance-nya rendah?!? Ya itu handphone jgn ditaro di depan TP-Link nya lah hahaha

Kesimpulan kedua adalah…”lower frequency travel faster”

Ga percaya?!? Coba lo dengerin suara music didalem mobil yang lagi jalan kearah elu….yang kedengeran bass-nya duluan (low freq), baru uda deket banget kedengeran suara gitar-nya (high freq)

(muka sapeeee lagi ni gw crop hahaha…ijin yaks, klo ga suka, gw remove nih)

Second Questionokay, klo gw mau nguatin “riak” (wave) bisa ga? Biar jalannya panjang…bisa, dengan menaikkan height dari frequency yang disebut Amplitude

Amplitude adalah cara untuk nambahin TINGGI dari gelombang (ombak kecil di laut mana nyampe pantai?!?! Ya ga?!?), nah…kita tinggiin ombaknya

Klo Frequency pake “metric” yang bernama Hz (Hertz), klo Amplitudo pake dB (decibel)

Here’s the pic…jgn ampe kebalik yaaa ama wavelength

Metode untuk menguatkan Amplitude disebut Attentuation

Tembok, Kayu, Besi, atau apapun itu…bisa dianggap penguat/pelemah Amplitude (biasanya ngelemahin sih…wkwkw)

Kesimpulan ketiga:

  • Mendengar atau tidaknya kita dari apa yang orang lain katakan = Frequency (beda frequency, ga bisa denger…emang lu bisa denger Bahasa/Frequency kelalawar, klo bisa…kuping lu berdarah pasti haha), hal yang sama berlaku di wireless
  • Suara yang kita dengar terlalu keras atau kecil = Amplitudo (suara kecil, nyampenya paling ampe mana sih?? Coba lu teriak2…paling disangka gila, hahaha)

=========================================

Antenna

Ngomong wireless PASTI ngomongin antenna

The first one, Polarization

Apa itu polarisasi? Cara untuk fokusin energy (radiowave) dari antenna ke arah tertentu, ga mudeng? Here’s the simple explanation

Tau lampu belajar kan?!? Lampu belajar hanya menyorot ke area meja…bener ga? Sama kek antenna polarisasi…mau “nyorot” kemana

Nah, klo gini….ada antenna yang naronya vertical untuk mancarin sinyal, ada antenna yang naronya horizontal (most wireless vendor use vertical)

Figure 1(taken from rfcafe.com)

Dari segi arah pancarannya, antenna terbagi 2: Omnidirectional (segala arah) dan Directional (1 arah)

H-Plane: Horizontal Plane, cakupan area horizontal yang di kover oleh sebuah antenna (sejauh apa sinyal itu nyampe, berapa meter jaraknya)

E-Plane: Elevated Plane, cakupan area vertical yang di cover oleh sebuah antenna (setinggi apa sinyal itu bisa nyampe, ampe lantai berapa)

Contoh Omnidirectional:

Contoh Directional:

Nah, ada lagi yang disebut diversity omnidirectional antenna (kek hybrid2 gitu): ini antenna biasanya dipasang di bawah langit2 ruangan

Nah, dalam pemancaran sebauh sinyal, kadang kita nemuin semacam obstacle (halangan), kadang ada halangan yang bisa bikin sinyal kita melemah (kebentur tembok mungkin), bahkan ada yang ga dapet sinyal sama sekali walaupun berada dalam radius yang sama, kasus yang biasa ditemui di indoor environment

Nah, salah satu penyebabnya adalah ketika sinyal “membentur” sesuatu, a part of the signal, some of it, or all of it are reflected and also can be direction changed (ya, sinyal bisa di refleksikan kek cahaya menuju kaca), fenomena ini bisa menyebabkan namanya multipath refraction

Contoh, kek digambar ini (AP nya ngebelakangin ruangan sebelah, tapi bisa dapet)

Nah, jeleknya dari multipath adalah (klo di RS bagus kan multipath!??! wkwkw), kek dibawah ini

Jadinya ada 2 atau lebih sinyal yang masuk ke laptop, nah yang jadi masalah adalah ketika sinyal peak dari path A dan sinyal low dari path B masuk kedalam laptop secara bersamaan, akan terjadi semacam CANCELLATION (tau headset yang ada noise cancellation-nya?!? Prinsip inilah yang dipake)

Akhirnya, ga ada sinyal sama sekali…

How to fight this
multipath
?!? Well, many wireless vendor create minimum 2 antennas linked to the same radio circuit (jadi sinyal dari path A masuk ke antenna X, sinyal B masuk ke antenna Z), this is what called diversity

Just…like…this:

Trus bagaimana kita tau seberapa kuat sinyal yang harus kita kirim untuk data sampai ketujuan?!? The parameter we must check is called Link Budget

Link Budget adalah akumulasi “signal loss” pada receiver, jadi sender bisa kalkulasi power “we need to send” in order the receiver can receive it (besok2 lah ya gw bahas)

Contoh dari link budget adalah EIRP (Effective Isotropic Radiated Power), yaitu seberapa besar transmitter harus kirim power dan seberapa besar antenna gain nya (factor antenna baik dari direction tempat antenna ataupun dari segi efektifitas electricity)

Rumus dari EIRP (bukan EIGRP ya) = Tx Power (in dBm) + Antenna Gain (in dBi) – Cable Loss (dB, power yang hilang ketika ngelewatin cable juga harus diitung)

Nah, karena EIRP ini ngatur seberapa besar Tx Power yang harus dikirim, biasanya ini diatur oleh berbeda2 tiap Negara, bahkan ada badan regulasinya

Badan Regulasinya adalah:

  • IEEE = ngatur wireless fidelity alias Wi-Fi alias 802.11a/b/g/n
  • Wi-Fi Alliance = ngatur standard wifi (klo IEEE kan standard PBB, ini standard vendor…Cisco adalah salah satu dedengkot komunitas ini)
  • FCC = badan elektro di Amerika
  • ETSI = badan elektro di eropa
  • Telec = badan elektro-nya Jepang

Kadang sinyal yang kita terima kecil gara2 adanya noise (interference), kek suara nya kedengeran, tapi ga jelas dia ngomong apa…

Nah, untuk itulah ada yang dinamakan Signal-to-Noise Ratio (SNR), tentunya salah satu parameter yang digunakan adalah “rekomendasi” dari receiver…apakah dia nerima sinyal poor, good, atau excellent

Rekomendasi dari receiver ini disebut RSSI (Received Signal Strength Indicator)

Di laptop kita, biasanya di kanan bawah layar itu tu…

semakin tinggi value dari SNR, semakin baik (kalkulasi yang berkaitan tentang wireless nanti besok2 gw jelasin, tenang aja)

=============================================

Wilayah Wireless that called “Spread Spectrum”

Bahasa gampangnya…Spread = ngelebar, Spectrum = wilayah

Begini…gw ambil contoh 802.11b dengan 2,4 GHz-nya…is this the exact value?? No…

Yang benar adalah dari 2,401 GHz sampe 2,472 GHz “spread”!!

Kenapa dibuat seperti ini, well…lo ga mau data traffic stuck di 1 channel frequency aja kan?!? Bayangin jalan tol Cuma punya 1 lane…macet pasti

Nah, dibuatlah lane-lane lain, atau dalam istilah wireless…channel-channel lain

Channel2 ini masi dalam 1 wilayah spread spectrum 2,4 GHz, tapi Lane nya beda (jalan tol-nya 1, Cuma punya 4 lane…nah lane itu dipake semua)

Supaya ga saling tumpang tindih (apa lagi di jalan tol, bisa kecelakaan, di jaringan bisa drop/congested) maka dibuatlah jalur2 (klo di wireless namanya CHANNEL)

Look at that picture above, klo gw pake channel 1 dan lo pake channel 2…kira2 tabrakan ga?!? Tabrakan kan…ada overlapping signal disitu

Nah, berarti yang aman adalah…channel 1, 6, dan channel 11

Kesimpulan keempat:

  • Kita bisa consider pake beberapa AP dengan channel yang sama ato overlap supaya antar AP can hear each other
  • Kita HARUS consider pake channel yang berbeda supaya “jalan tol” alias lane kita beda dengan perusahaan lain yang berada disekitar kita (klo perusahaan kita dengan orang lain pake channel sama nanti tabrakan)

Ngomong2 soal tabrakan, dalam istilah wireless disebut interference, bagaimana kita handle interference dalam wireless….ever heard about FHSS, OFDM, DSSS?!?! Yup…these are a few method that handle interference

  • FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum)
    • Ngirim/transmit sinyal dengan cara memindahkan sinyal ke channel yang berbeda secara cepat untuk sampai ketujuan dan menghindari interference (remember the keyword “hopping”), Jeleknya?? Low data rate… (lu kirim data pindah2 channel ya ga mungkin cepat lah)
  • DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum)
    • Ini yang sering dipake untuk wireless terutama untuk 802.11b (FHSS masih dipake untuk teknologi Bluetooth), bagaimana caranya DSSS ini overcome the interference? It called Chipping Codes

Chipping Codes itu adalah metode untuk “translate binary” kedalam sinyal “sequence” (liat gambar dibawah)

Gini gw jelasin…. contoh gw mau kirim bit 1001, trus bit yang terakhir (“1”) kena noise, dengan metode chipping code…setiap bit di translate menjadi sebuah pattern sequence

Contohnya 1 jadi 11001100 dan 0 jadi 00110011…nah, coba liat bit terakhir, ketika ada sequence yang hilang gara2 ada gangguan sinyal…apa yang AP lakukan?? Just take a look at the sequence…and match it with the last sequence

So, klo ada bit ato sinyal yang terkena gangguan sampe ga bisa dibaca…tinggal baca aja sequence-nya

Ngerti kan sekarang?!?….(contoh yang terkenal dari chipping codes adalah barker code 11, noh…cari sendiri dah)

  • OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
    • Nah, yang ini ga pake Spread Spectrum, instead of “spreading” the signal, it use smaller lane (read: carrier signal) to send data and signal controlling mechanism, and its done in different lane
    • 52 lane (baca: carrier) with 312,5 KHz each (48 lane for carry data, 4 lane carry communication and interference protection)

Kesimpulan Kelima:

  • Encoding or Chipping = transforming a digit by sending a longer sequence signal, so it will be noise-friendly (ilang sinyalnya dikit2 gapapa lah)
  • Modulation (di bab2 atas)= bagaimana cara biar encoding/chipping ini bisa di represent dalam radiowave, how?!? DQPSK dan teman2nya

Differential Quadrature Phase Shift Keying (DQPSK), salah satu metode untuk modulasi…it work fine in 1 ~ 2 Mbps, tapi di 5,5 ~ 11 Mbps kita harus pake CCK (Complementary Code Keying)

Untuk 802.11g mereka pake OFDM (BPSK – Binary Phase Shift Keying and Faster than BPSK…QPSK – Quadrature PSK)…it work fine in 9 Mbps, mau lebih cepet…pake 16-QAM (up to 48 Mbps) and the much faster than 16-QAM…64-QAM

Sorry guys…the science behind the technology that called Phase Shift Keying is beyond my knowledge (gilaaa…banyak bener yg gw mau pelajarin)

Nah, that 2,4 GHz ISM (Industrial, Scientific, and Medical) band spread spectrum channel is vary between nation (look at picture below)

=====================

Untuk Wireless Signal Calculation, Wireless Security, and DAT HOOKER….!! (PSK wkwkw) akan kita bahas di artikel selanjutnya

Damn…kenapa gw mesti nyemplung kesini juga sih….T_T

Advertisements

Network Basic Theory 10 (WAN Technology Concept)

Leave a comment

Figure 1. WAN berada di layer 1 & 2

Gw akan jelaskan gambar diatas

Yang bagian kanan adalah ISP Equipment (gw bacanya si…alat2 di HQ / HeadQuarter)

  • Central Office (CO): A local service provider facility or building where local telephone cables link to long-haul, all-digital, fiber-optic (tempat backbone)
  • Local Loop: A local service provider facility or building where local telephone cables link to long-haul, all-digital, fiber-optic (lo bisa baca…kabel dari ISP ke tempat subscriber/konsumen)
  • Demarcation Point: nah…kabel dari ISP kecolok di demarcation point ini…disini tempat alat2 consumen untuk konek ke ISP, taken from Cisco CNAP “demarcation point is A point established in a building or complex to separate customer equipment from service provider equipment. Physically, the demarcation point is the cabling junction box, located on the customer premises, that connects the CPE wiring to the local loop. It is usually placed for easy access by a technician. The demarcation point is the place where the responsibility for the connection changes from the user to the service provider. This is very important because when problems arise, it is necessary to determine whether the user or the service provider is responsible for troubleshooting or repair.” Di demarcation point inilah biasanya ISP Technical Support atau Help Desk bisa bantu

Example:

CustomerAlo….inet gw putus nih

Call Support[segala persyaratan ditanyain]…ok..saya cek yah koneksi ke tempat bapak…

(saat cek koneksi…mereka cek…bisa ga nge-ping dari kantor pusat ke demarcation point…bukan ke computer lo ya…)

(kalau nyambung) Call Supportmap bapak…di kami sepertinya tidak ada masalah

Biasanya akan diikuti oleh kata2 seperti ini, Customereh njing…inet gw mati…ga ada masalah gimana!?!?!” wkwkwkwk

(nah..klo nyambung…berarti dari local loop/kantor pusat ke demarcation point ga ada masalah….masalahnya ada di demarcation point ke modem lo)

Call Supportbaik pak…technical support kami akan membantu bapak dalam 3×24 jam…blablabla

Nah..itu kan kalo nyambung….klo putus??berarti dari ISP nya bermasalah…

Paling Call Support nya bilang gini “baik pak, ada SEDIKIT GANGGUAN TEKNIS dalam jaringan kami…mohon menunggu sebentar” 😀

Yang bagian kiri dari gambar diatas adalah Customer Premises Equipment (CPE): yaitu alat2 dan wiring(kabel2) yang berlokasi di Subscriber/Konsumen, bisa aja alat nya dari ISP atau mereka beli (atau sewa)

  • Data Communication Equipment: Also called data circuit-terminating equipment, the DCE consists of devices that put data on the local loop. The DCE primarily provides an interface to connect subscribers to a communication link on the WAN cloud…yaitu alat2 untuk berhubungan dengan ISP (demarcation point)
  • Data Terminal Equipment: The customer devices that pass the data from a customer network or host computer for transmission over the WAN. The DTE connects to the local loop through the DCE…klo di kita bisa saja ini dikatakan modem

WAN Devices


  • Modem

    Perlu dijelasin ?? ga usa kali ye..gampang ini ma

  • Router

    ’nuff said too

  • Core Couter

    Bedanya ama router biasa adalah router ini adanya di backbone…

  • Access Server

    Concentrates dial-in and dial-out user communications. An access server may have a mixture of analog and digital interfaces and support hundreds of simultaneous users

  • WAN Switch

    Switch di Backbone…biasanya ngalirin data2 Frame Relay dan bahkan PSTN Switch (Telepon)

  • CSU/DSU

    Digital lines, such as T1 or T3 carrier lines (bedanya Cuma dikecepatan doank, T1 = 1,5 Mbps dan T3 = 44 Mbps), require a channel service unit (CSU) and a data service unit (DSU). The two are often combined into a single piece of equipment, called the CSU/DSU. The CSU provides termination for the digital signal and ensures connection integrity through error correction and line monitoring. The DSU converts the T-carrier line frames into frames that the LAN can interpret and vice versa….koq kek modem ya ??emang !!!.The CSU/DSU implements two different functions. The CSU is responsible for the connection to the telecom network while the DSU is responsible for handling the interface with the DTE. Bedanya ama modem2 kebanyakan adalah CSU/DSU mengirim data dalam format digital melalui jaringan telephone digital.

WAN Data Link Concept

Ada 1 lagi…Multi Protocol Label Switching (MPLS)..tapi dibahasnya di CCNP…kita ga bahas MPLS dulu nanti deh ya (MPLS ada bab sendiri hehe)

Gambar diatas adalah diagram frame dari HDLC (salah satu dari WAN Protocol). Examining the header portion of an HDLC frame will help identify common fields used by many WAN encapsulation protocols. The frame always starts and ends with an 8-bit flag field. The bit pattern is 01111110. The address field is not needed for WAN links, which are almost always point-to-point. The address field is still present and may be 1 or 2 bytes long. The control field is protocol dependent, but usually indicates whether the content of the data is control information or network layer data. The control field is normally 1 byte.

Together the address and control fields are called the frame header. The encapsulated data follows the control field. Then a frame check sequence (FCS) uses the cyclic redundancy check (CRC) mechanism to establish a 2 or 4 byte field.

Woke…sekarang kita bahas Opsi2 koneksi dari WAN

Ada 4…Leased Line, Circuit-switched, Packet-switched, dan Broadband

  • Leased Line: tipe koneksi WAN secara private yang dedicated…alias lo bener2 nyewa dari ISP…anggeplah 1Mbps…ya 1 Mbps…1 banding 1 (1:1)…ga di share ama yang lain

    Apa aja yang dibutuhkan untuk Leased Line…

  1. CSU/DSU Device
  2. Serial Cable

Trus apaan tu T3 dan E3 ??…oh..itu Cuma beda tipe kecepatan bandwidth nya aja

*56 & 64 berarti kecepatan

*Huruf T berarti kabel2 standar dari Amerika Utara, Jepang, dan Korea Selatan, Huruf E berarti standar Eropa (beda cara multiplexing nya doank…cara ngalirin listriknya)

*OC means Optical Cable…Fiber Optic let’s say

*J ??ga tau gw…hahahahhah

  • Circuit-Switched: contohnya adalah PSTN (Public Switched Telephone Network…lo bisa bilang ini jaringan telepon lah) dan ISDN (Integrated Service Digital Network…versi digitalisasi PSTN).

    Contoh diatas adalah bagaimana telepon “mengakses” telepon lainnya…dengan cara meng-establish circuit (membangun sirkuit/jembatan antar A dan B…makanya dinamakan circuit switching), jika teleponnya diganti dengan modem…maka computer data bisa di alirkan lewat jaringan telepon ini (contoh: telkomnet instan). Jeleknya circuit switching adalah…salah satu dari circuit yang dilalui data suara putus…putus sudah semua conversation dari telepon A ke telepon B

    • ISDN: is a circuit-switching technology that enables the local loop of a PSTN to carry digital signals, resulting in higher capacity switched connections. ISDN changes the internal connections of the PSTN from carrying analog signals to time-division multiplexed (TDM) digital signals. TDM allows two or more signals or bit streams to be transferred as subchannels in one communication channel. The signals appear to transfer simultaneously, but physically are taking turns on the channel. A data block of subchannel 1 is transmitted during timeslot 1, subchannel 2 during timeslot 2, and so on. One TDM frame consists of one timeslot per subchannel. Salah satu protocol yang memakai TDM adalah PPP. ISDN connection uses 64 kb/s bearer channels (B) for carrying voice or data and a signaling, delta channel (D) for call setup and other purposes.

    • There are 2 types of ISDN interface:
      • BRI Channel: Basic Rate Interface…untuk koneksi rumahan, terdiri dari 2 kabel B dan 1 kabel D (64 kb/s untuk B channel dan 16 kb/s untuk D channel)

        Nah…di BRI Channel Interface…yang D Channel jarang di gunain…jadi kadang2 provider internet make itu channel buat carry data, yang sekarang dikenal namanya X.25 (9,6 kb/s)

      • PRI Channel: Primary Rate Interface…23 kabel untuk B channel dan 1 kabel untuk D channel yang ditotal2 jadi 1,544 Mbps, yang kita kenal dengan T1 (North America). Untuk eropa, Australia, dan beberapa Negara yang lain..pake nya 30 kabel untuk B channel

  • Packet-Switched: data yang dialirkan dari A ke B dipecah2 jadi packet (makanya dinamakan packet switching) lalu dialirkan ke B melalui redundant network…jadi bisa aja suatu data dipecah jadi 3 bagian…bagian A1 lewat jawa, bagian A2 lewat Kalimantan, bagian A3 lewat papua…yang menting nyampe di bali (kira2 analoginya begitu). Path yang diambil tergantung dari switch dan router nya (connection-oriented atau connectionless…inget TCP/UDP !!)…klo di Frame Relay dikenal namanya Data Link Control Indentifier (DLCI…ini istilah TCP untuk Frame Relay).

    Jeleknya apa dari Packet-Switched ini ?? karena paketnya dipecah2….nyampe nya ga bisa di prediksi…Delay, Jitter, dll dah…

    Contohnya Technology nya adalah Frame Relay, X.25, ATM (Asynchronous Transfer Module)…nanti aye jelasin yeee

  • Yang Terakhir adalah…INTERNET !!!: contoh technology WAN-nya adalah VPN..yang bisa di create melalui DSL (Digital Subscriber Line….ADSL..ya speedy noh…ada ADSL ada SDSL), Wi-Fi, Cable (Fiber)
    • A dari ADSL singkatan dari Asymmetric…sesuai dengan ciri2 DSL pada umumnya…kecepatan upstream dan downstream-nya berbeda…klo ADSL Downstreamnya yang lebih gede
    • S dari SDSL adalah Symmetric…opposite dari ADSL…dia upstream nya lebih gede…makanya kurang popular buat dijadiin Internet Service
    • Ada lagi yang namanya VDSL…V for Very High Bit Rate…downstream bisa ampe 52Mbit/s dan 12Mbit/s untuk upstream…Cuma implementasinya mahal (enakan ADSL….murah..untungbanyak), buat dijadiin ISP juga ga cocok..mending Fiber Optic sekalian…ya ga ?!?!?
    • JADIIIII…..DSL itu make kabel telepon….kabel telepon itu dipake buat suara kan ?!? ternyata kabel itu Cuma 10% doank potensi yang dipake….nah..ini dia yang di “exploitasi” oleh DSL…ngalirin data dari internet TANPA harus ganggu data suara

Packet Switching Technologies

Ada 3 yang umum dipakai…X.25, Frame Relay (kita bisa bilang ini anak nya X.25), dan ATM (Asynchronous Transfer Module)

  • X.25: teknologi X.25 menggunakan Virtual circuits (VC) yang di-established melalui network dengan call request packets ke alamat tujuan. The resulting SVC (Switched VC) is identified by a channel number. Data packets labeled with the channel number are delivered to the corresponding address. Multiple channels can be active on a single connection. Aplikasi nyata dari X.25 ini adalah point-of-sale card readers. These readers use X.25 in dialup mode to validate transactions on a central computer. For these applications, the low bandwidth and high latency are not a concern, and the low cost makes X.25 affordable. X.25 link speeds vary from 2400 b/s up to 2 Mb/s. However, public networks are usually low capacity with speeds rarely exceeding above 64 kb/s. UDAH JARANG DIGUNAIN DI NEGARA2 MAJU DAN BERKEMBANG.
  • Frame Relay: mirip kek X.25 tapi channel number nya diganti dengan Data Link Control Identifier (jadi packet nya di-“tag” dengan DLCI layer 2, bukan dari layer 3 lagi)

    Transfer data yang ditawarkan oleh Frame Relay bisa sampai 4 Mb/s. Frame Relay is ideal for connecting enterprise LANs. The router on the LAN needs only a single interface, even when multiple VCs are used (jadi 1 interface bisa banyak DLCI alias banyak tujuan). The short-leased line to the Frame Relay network edge allows cost-effective connections between widely scattered LANs.

  • ATM : singkatan dari Asynchronous Transfer Mode, is a technology capable of transferring voice, video, and data through private and public networks. It is built on a cell-based architecture (sama kek Packet Switching,tapi pemecahan packet2 nya fix / fixed length…makanya dinamakan “Cell”) rather than on a frame-based architecture. ATM cells are always a fixed length of 53 bytes (5 byte ATM header dan 48 bytes ATM payload). Small, fixed-length cells are well suited for carrying voice and video traffic because this traffic is intolerant of delay. Video and voice traffic do not have to wait for a larger data packet to be transmitted.


    The 53 byte ATM cell is less efficient than the bigger frames and packets of Frame Relay and X.25. When the cell is carrying segmented network layer packets, the overhead is higher because the ATM switch must be able to reassemble the packets at the destination. A typical ATM line needs almost 20 percent greater bandwidth than Frame Relay to carry the same volume of network layer data. ATM was designed to be extremely scalable and can support link speeds of T1/E1 to OC-12 (622 Mb/s) and higher.

Broadband Technologies

Nah…kali ini kita akan bahas namanya DSL, Wi-Fi, dan Cable Modem

  • DSL: singkatan dari Digital Subscriber Line, penjelasannya udah diatas tuh. Multiple DSL subscriber lines are multiplexed into a single, high-capacity link using a DSL access multiplexer (DSLAM) at the provider location. DSLAMs incorporate TDM technology to aggregate many subscriber lines into a single medium, generally a T3 (DS3) connection. Current DSL technologies use sophisticated coding and modulation techniques to achieve data rates of up to 8.192 Mb/s.

  • Cable Modem: Technology Cable Modem ini menggunakan Coaxial cable dan widely used in urban areas to distribute television signals. Network access is available from some cable television networks. This allows for greater bandwidth than the conventional telephone local loop (contoh nyata First Media dengan Indovision + FastNet nya). Jadi pengguna TV Kabel bisa akses internet dengan menggunakan kabel TV nya itu (yang dinamakan cable headend). Komponen penting dari headend ini adalah cable modem termination system (CMTS) untuk send dan receive digital cable signal buat internetan

    Taken from CNAP Exploration 4 (1.3.5.1): “Cable modem subscribers must use the ISP associated with the service provider. All the local subscribers share the same cable bandwidth. As more users join the service, available bandwidth may be below the expected rate

  • Wi-Fi: singkatan dari Wireless Fidelity, ada 3 tipe Wi-Fi (kata Cisco sih)
    • Municipal Wi-Fi: wifi di kantor, di rumah, di gedung2, antar gedung, atau 1 kota
    • Satellite Internet: ini dia….yang paling canggih…Internetan pakek satelit wkwkwk. Untuk bisa internetan pake teknologi ini diperlukan parabola (ya iya laaa), 1 parabola alias satellite dish bisa untuk upload ato download…upload nya sekitar 1/10 nya download
    • WiMax: Wordwide Interoperability for Microwave Access, teknologi terbaru nih…denger2 waktu aceh tsunami, akses teknologi nya pake ini nih…IEEE nyebut ini dengan kode 802.16, yang pasti sih WiMAX operates in a similar way to WiFi, but at higher speeds, over greater distances, and for a greater number of users. It uses a network of WiMAX towers that are similar to cell phone towers. To access a WiMAX network, subscribers must subscribe to an ISP with a WiMAX tower within 10 miles of their location. They also need a WiMAX-enabled computer and a special encryption code to get access to the base station.

Dan yang selanjutnya adalah….VPN

VPN singkatan dari Virtual Private Network, A VPN is an encrypted connection between private networks over a public network such as the Internet. Instead of using a dedicated Layer 2 connection such as a leased line, a VPN uses virtual connections called VPN tunnels, which are routed through the Internet from the private network of the company to the remote site or employee host. To address security concerns, broadband services (ISP) provide capabilities for using Virtual Private Network (VPN) connections to a VPN server, which is typically located at the corporate site.

VPN Benefits:

  • HEMAT, teknologi VPN memungkinkan organisasi untuk menggunakan internet secara global dan terkoneksi ke remote offices atau remote user ke main corporate site, thus eliminating expensive dedicated WAN links and modem banks.
  • Keamanan/Security, VPNs provide the highest level of security by using advanced encryption and authentication protocols that protect data from unauthorized access.
  • Scalability, Because VPNs use the Internet infrastructure within ISPs and devices, it is easy to add new users. Corporations are able to add large amounts of capacity without adding significant infrastructure.
  • Compatibility, VPN technology is supported by broadband service providers such as DSL and cable, so mobile workers and telecommuters can take advantage of their home high-speed Internet service to access their corporate networks. Business-grade, high-speed broadband connections can also provide a cost-effective solution for connecting remote offices.

VPN ada 2 tipe

  • Site-to-Site VPN


    Diliat dari gambar diatas, Site-to-Site VPN konek dari satu network ke network yang lain (contoh HQ ke Branch atau sebaliknya). Each site is equipped with a VPN gateway, such as a router, firewall, VPN concentrator, or security appliance.

  • Remote-Site VPN


    Remote-access VPNs enable individual hosts, such as telecommuters, mobile users, and extranet consumers, to access a company network securely over the Internet. Each host typically has VPN client software loaded or uses a web-based client. (biasanya ada software VPN buat client konek ke Office atau lewat web-based client)

Yang terakhir akan kita bahas adalah…Metro Ethernet

Singkat kata….Metro Ethernet itu istilah Ethernet yang dipakai “melampaui batas”… By extending Ethernet to the metropolitan area, companies can provide their remote offices with reliable access to applications and data on the corporate headquarters LAN. IP-aware Ethernet switches (switch layer 3 / multi-layer switch) enable service providers to offer enterprises converged voice, data, and video services such as IP telephony, video streaming, imaging, and data storage.

Benefits of Metro Ethernet include:

  • Reduced expenses and administration-Metro Ethernet provides a switched, high-bandwidth Layer 2 network capable of managing data, voice, and video all on the same infrastructure. This characteristic increases bandwidth and eliminates expensive conversions to ATM and Frame Relay. The technology enables businesses to inexpensively connect numerous sites in a metropolitan area to each other and to the Internet.
  • Easy integration with existing networks-Metro Ethernet connects easily to existing Ethernet LANs, reducing installation costs and time.
  • Enhanced business productivity-Metro Ethernet enables businesses to take advantage of productivity-enhancing IP applications that are difficult to implement on TDM or Frame Relay networks, such as hosted IP communications, VoIP, and streaming and broadcast video.

Important Note: Ethernet dalam istilah Computer Network (IEEE 802.3) adalah teknologi layer 2 (data link) untuk menghantarkan data dalam bentuk frame dalam suatu Local Area Network (LAN) dengan membaca MAC Address , jadi bukan istilah buat kabel, alat, atau mesin seperti yang orang2 awam bilang

Choosing Connectivity

  1. Untuk tujuan apa?

    Do you want to connect local branches in the same city area, connect remote branches, connect to a single branch, connect to customers, connect to business partners, or some combination of these? If the WAN is for providing authorized customers or business partners limited access to the company intranet, what is the best option?

  2. Ruang Lingkup Geografis / Didaerah mana?

    Is it local, regional, global, one-to-one (single branch), one-to-many branches, many-to-many (distributed)? Depending on the range, some WAN connection options may be better than others.

  3. Kebutuhan Traffic-nya seperti apa ?

    Contoh: if you want to transfer video…the ATM technologies seems to be the best choice, for speed…maybe fiber opfic suit the requirement

  4. Private or Public Network ?
    1. Private: dedicated or not?
    2. Public: tipe VPN kek apa yang mau di bikin?
  5. COST !!

    Pasti lah….

Older Entries